Selain Hantavirus, Ini 5 Penyakit Lain yang Ditularkan Tikus dan Perlu Diwaspadai

Selasa, 12 Mei 2026, 15:45 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Belakangan ini, pembahasan mengenai penyakit yang ditularkan tikus kembali ramai setelah kasus Hantavirus menjadi perhatian dunia.

Banyak orang mulai menyadari bahwa keberadaan tikus bukan hanya mengotori rumah, tetapi juga dapat membawa berbagai penyakit serius yang bisa menular ke manusia.

Ket. Foto: Penyakit Hantavirus — Sumber: Istimewa

Dilansir dari berbagai sumber kesehatan, penularan penyakit dari tikus dapat terjadi melalui urine, kotoran, air liur, gigitan, hingga makanan yang terkontaminasi. Beberapa penyakit bahkan dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak segera ditangani.

Berikut beberapa penyakit lain yang juga dapat ditularkan oleh tikus dan perlu diwaspadai:

Leptospirosis

Leptospirosis merupakan infeksi bakteri yang cukup sering dikaitkan dengan tikus. Penyakit ini biasanya menular ketika seseorang terkena urine tikus atau air yang sudah terkontaminasi bakteri leptospira.

Karena bakteri dapat bertahan di lingkungan lembab dan genangan air, risiko penularan meningkat saat musim hujan atau banjir. Tidak heran jika penyakit ini kerap ditemukan di wilayah dengan sanitasi kurang baik.

Gejala leptospirosis umumnya berupa demam, nyeri otot, sakit kepala, hingga kulit dan mata yang menguning. Pada beberapa kasus, infeksi dapat berkembang menjadi gangguan ginjal atau hati jika tidak segera diobati.

Oleh karena itu, jika sering beraktivitas di area banjir atau lingkungan yang banyak tikus, penggunaan alas kaki dan menjaga kebersihan diri sangat dianjurkan.

Salmonellosis

Salmonellosis juga dapat ditularkan oleh tikus melalui bakteri Salmonella yang menyerang sistem pencernaan manusia. Penyebarannya biasanya terjadi lewat makanan atau permukaan yang sudah terkontaminasi.

Jika makanan dibiarkan terbuka di area yang sering dilewati tikus, risiko penularan menjadi lebih tinggi. Karena itu, penyimpanan makanan yang bersih dan tertutup sangat penting dilakukan.

Gejalanya meliputi diare, muntah, demam, dan kram perut yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Pada beberapa kasus, gejala dapat berlangsung beberapa hari.

Kebiasaan menjaga kebersihan dapur dan tidak membiarkan makanan terbuka menjadi langkah sederhana namun efektif untuk mencegah penyakit ini.

Pes atau Plague

Pes (Plague) adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis. Penularannya biasanya terjadi melalui gigitan kutu yang sebelumnya mengisap darah tikus atau hewan pengerat yang terinfeksi.

Salah satu jenis yang dikenal adalah bubonic plague atau pes bubonik, yang dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening, demam tinggi, serta gejala mirip flu yang berkembang cepat.

Meski kasusnya kini tergolong jarang, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebut masih ada sekitar tujuh kasus per tahun di Amerika Serikat. Karena itu, penyakit ini tetap tidak boleh dianggap sepele.

Jika tidak segera ditangani, pes dapat berkembang menjadi kondisi yang mengancam nyawa.

Rat-Bite Fever

Rat-bite fever merupakan penyakit yang disebabkan bakteri dari air liur tikus. Penularannya terjadi setelah seseorang tergigit atau tercakar tikus yang terinfeksi.

Meski terlihat sederhana, penyakit ini dapat berkembang serius jika tidak segera ditangani. Luka akibat gigitan tikus sebaiknya langsung dibersihkan dan diperiksa ke tenaga medis.

Gejalanya meliputi demam, muntah, nyeri otot, serta ruam pada tubuh. Pada kondisi tertentu, komplikasinya dapat memengaruhi jantung, otak, dan paru-paru.

Jika pernah tergigit tikus, pemeriksaan medis sebaiknya tidak ditunda meskipun gejala belum muncul.

Lymphocytic Choriomeningitis Virus (LCMV)

Lymphocytic choriomeningitis virus atau LCMV merupakan infeksi virus yang dapat menular melalui urine, kotoran, atau air liur tikus. Banyak orang tidak menyadari karena gejalanya sering ringan pada awal infeksi.

Sebagian penderita hanya mengalami gejala seperti flu, termasuk demam, sakit kepala, dan tubuh lemas. Namun pada kasus tertentu, infeksi dapat berkembang menjadi meningitis atau peradangan otak yang serius.

Ibu hamil juga perlu berhati-hati karena LCMV dapat meningkatkan risiko gangguan pada janin.

Keberadaan tikus memang sering dianggap masalah kecil, padahal hewan ini dapat membawa berbagai penyakit serius bagi kesehatan manusia. Dengan memahami risiko tersebut, diharapkan masyarakat bisa lebih waspada serta menjaga kebersihan lingkungan rumah agar terhindar dari penyakit yang ditularkan tikus.

  • Hantavirus
  • Penyakit Ditularkan Tikus

Redaktur: Fitrya A Kusumah

Penulis: Fitrya A Kusumah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.