Bertemu di Beijing, Trump dan Xi Diagendakan Bahas Ekonomi dan Keamanan

Selasa, 12 Mei 2026, 09:14 WIB

BEIJING, KUCANTIK.COM - Dalam lawatannya selama dua hari, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dijadwalkan tiba di Beijing, Rabu (13/5) malam, dengan agenda penting bertemu dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping.

Gedung Putih pada Minggu (10/5) menyatakan agenda utama pertemuan kedua pemimpin itu mencakup isu ekonomi dan keamanan dengan prinsip “resiprositas dan keadilan” guna meningkatkan kesejahteraan rakyat Amerika.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Setelah berminggu-minggu persiapan, pemerintahan Trump untuk pertama kalinya merinci jadwal dan topik utama yang akan dibahas, mulai dari perdagangan dan kecerdasan buatan hingga Iran dan Taiwan.

Seorang pejabat senior AS menegaskan tidak ada perubahan kebijakan Washington terhadap Taiwan, pulau berpemerintahan sendiri yang diklaim Tiongkok sebagai wilayahnya, serta tidak mengantisipasi adanya perubahan di masa depan.

Pernyataan itu muncul di tengah spekulasi bahwa Xi akan berupaya menggeser posisi AS terkait Taiwan, termasuk mendesak Trump menghentikan penjualan senjata ke Taipei.

Pejabat tersebut menekankan penjualan senjata ke Taiwan yang disetujui pada tahun pertama masa jabatan kedua Trump lebih banyak dibandingkan seluruh periode pemerintahan pendahulunya, Joe Biden.

Kunjungan tersebut merupakan yang pertama oleh Presiden AS ke Tiongkok sejak lawatan Trump pada 2017, di tengah berlanjutnya perang Iran dan ketidakpastian situasi di Timur Tengah.

Trump disebut telah beberapa kali berbicara dengan Xi mengenai konflik tersebut dan akan melanjutkan pembahasan mengenai upaya AS mengakhiri permusuhan. Gedung Putih mengatakan AS dan Tiongkok menargetkan kesepakatan komersial tambahan di sektor kedirgantaraan, pertanian, dan energi.

Pertemuan akan dimulai pada Kamis (14/5) dengan upacara penyambutan, diikuti tur bersama ke Kuil Langit dan jamuan kenegaraan. Pada Jumat, Trump dijadwalkan minum teh dan makan siang dengan Xi sebelum meninggalkan Beijing.

Kementerian Luar Negeri Tiongkok pada hari Senin (11/5), mengatakan, Presiden AS, Donald Trump, akan mengunjungi Tiongkok dari 13 hingga 15 Mei, dan pemimpin AS tersebut diperkirakan akan membahas Iran dan perdagangan dengan mitranya dari Tiongkok.

Pada saat dunia menghadapi ketidakpastian dan fragmentasi yang semakin meningkat, peningkatan komunikasi, pengelolaan perbedaan, dan pemeliharaan hubungan Tiongkok-AS yang stabil tidak hanya melayani kepentingan rakyat kedua negara, tetapi juga bermanfaat bagi dunia.

Redakan Ketegangan

Washington dan Beijing telah berselisih mengenai isu-isu penting mulai dari tarif perdagangan hingga perang di Timur Tengah dan Taiwan, yang diklaim Tiongkok sebagai bagian dari wilayahnya.

Trump awalnya dijadwalkan berkunjung pada akhir Maret atau awal April, tetapi menunda perjalanannya untuk fokus pada perang melawan Iran.

“Atas undangan Presiden Xi Jinping, Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Tiongkok dari tanggal 13 hingga 15 Mei,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok.

Menurut pejabat AS, Trump diperkirakan akan menekan Xi terkait Iran sambil berupaya meredakan ketegangan perdagangan.

Tiongkok adalah pelanggan utama minyak Iran, terutama melalui kilang-kilang "sederhana" independen yang bergantung pada minyak mentah dengan harga diskon dari republik Islam tersebut.

“Kunjungan ini akan memiliki makna simbolis yang sangat besar,” kata Wakil Sekretaris Pers Utama AS Anna Kelly kepada wartawan melalui telepon.

“Namun tentu saja, Presiden Trump tidak pernah melakukan perjalanan hanya untuk simbolisme semata. Rakyat Amerika berharap presiden memberikan lebih banyak kesepakatan baik demi negara kita,” ungkap Kelly.Ant/Global Times/SB/E-9

  • hubungan bilateral

Redaktur: Diapari S

Penulis: Diapari S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.