Berani Bantah Juri Saat LCC MPR, Josepha Kini Dapat Beasiswa S1 ke China
Selasa, 12 Mei 2026, 22:15 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COMÂ - Nama Josepha Alexandra, siswi kelas XI SMAN 1 Pontianak, mendadak menjadi sorotan publik setelah videonya saat mengikuti Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 viral di media sosial. Josepha ramai diperbincangkan karena berani memprotes keputusan juri yang dianggap tidak konsisten saat penilaian berlangsung.
Dalam lomba tersebut, Josepha memberikan jawaban mengenai mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Namun, jawaban itu justru dianggap salah oleh dewan juri. Yang membuat publik ramai adalah adanya peserta lain dengan substansi jawaban serupa tetapi tetap mendapatkan nilai benar. Hal inilah yang kemudian memicu polemik di media sosial.
Sikap Josepha yang tetap mempertahankan pendapatnya mendapat banyak dukungan dari masyarakat. Banyak warganet menilai siswi tersebut berani dan tegas dalam memperjuangkan apa yang diyakininya benar. Bahkan, sejumlah tokoh politik ikut memberikan perhatian terhadap kasus tersebut.
Salah satu dukungan datang dari anggota DPR RI sekaligus alumni SMAN 1 Pontianak, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda. Ia mengaku bangga dengan keberanian Josepha dan menilai siswi tersebut layak mendapatkan penghargaan atas sikap kritisnya selama lomba berlangsung.
Tak hanya itu, Rifqi juga menawarkan beasiswa kuliah S1 gratis ke China untuk Josepha. Tawaran tersebut disampaikan langsung setelah polemik LCC MPR menjadi perhatian nasional. Selain beasiswa, Josepha juga dijanjikan kesempatan bekerja di perusahaan multinasional setelah menyelesaikan studinya nanti.
Rifqi menyebut peristiwa yang dialami Josepha bisa menjadi pelajaran penting bagi banyak pihak, terutama terkait pentingnya objektivitas dalam kompetisi pendidikan. Ia juga meminta agar MPR RI memberikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf secara resmi kepada Josepha dan tim dari SMAN 1 Pontianak.
Di sisi lain, pihak SMAN 1 Pontianak juga telah mengeluarkan pernyataan resmi terkait polemik tersebut. Sekolah meminta adanya penjelasan transparan dari penyelenggara dan evaluasi terhadap proses penilaian lomba. Setelah meninjau ulang tayangan kompetisi, pihak sekolah menilai terdapat beberapa kejanggalan dalam proses penjurian.
Kasus ini akhirnya membuat MPR RI menyampaikan permintaan maaf atas kelalaian yang terjadi dalam perlombaan tersebut. Pihak MPR juga memastikan akan melakukan evaluasi terhadap sistem penjurian agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.
- LCC 4 Pilar Tingkat Provinsi Kalbar
- Lomba Cerdas Cermat (LCC)
Redaktur: Afifa Khoirunnisa
Penulis: Afifa Khoirunnisa
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.