Hantavirus Jadi Perhatian Dunia, Begini Cara Penularannya ke Manusia

Minggu, 10 Mei 2026, 23:45 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Belakangan ini, hantavirus menjadi sorotan setelah muncul laporan kasus di kapal pesiar MV Hondius yang menyebabkan beberapa korban meninggal dunia. Kasus tersebut membuat banyak orang mulai mencari tahu tentang penyakit langka ini, terutama karena gejalanya sering menyerupai flu biasa pada tahap awal.

Dilaporkan, seorang pria asal Belanda berusia 70 tahun mengalami demam, sakit kepala, nyeri perut, hingga diare saat berada di kapal pesiar. Kondisinya kemudian memburuk dengan cepat hingga meninggal dunia. Selain itu, beberapa penumpang lain juga sempat menjalani isolasi setelah diketahui berada dalam perjalanan yang sama dengan pasien terkonfirmasi hantavirus.

Ket. Foto: Hantavirus — Sumber: Istimewa

Karena itulah, penting untuk memahami apa itu hantavirus, bagaimana penyebarannya, gejala yang perlu diwaspadai, hingga cara penanganannya.

Penyebab Hantavirus

Hantavirus merupakan penyakit langka yang umumnya dibawa oleh hewan pengerat, terutama tikus. Virus ini banyak ditemukan di wilayah Amerika Utara dan Amerika Selatan, namun kewaspadaan tetap diperlukan karena penyebarannya bisa terjadi melalui lingkungan yang terkontaminasi.

Berikut beberapa penyebab penularan hantavirus yang perlu diperhatikan:

  1. Menghirup partikel virus dari urine, kotoran, atau sarang tikus yang terinfeksi, terutama di ruangan tertutup yang jarang dibersihkan.
  2. Mengonsumsi makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi air liur atau kotoran tikus.
  3. Menyentuh benda yang terpapar virus lalu memegang wajah tanpa mencuci tangan.
  4. Gigitan atau cakaran tikus yang membawa hantavirus.
  5. Kontak dengan jenis tikus tertentu seperti tikus rusa, tikus padi, dan tikus kaki putih.

Meski terdengar mengkhawatirkan, penularan antar manusia sebenarnya sangat jarang terjadi dan hanya ditemukan pada jenis virus tertentu.

Gejala Hantavirus

Salah satu hal yang membuat hantavirus berbahaya adalah gejalanya sering dianggap penyakit ringan biasa. Pada awal infeksi, penderita biasanya mengalami keluhan yang mirip flu atau kelelahan.

Berikut gejala hantavirus yang paling umum:

  1. Demam tinggi dan menggigil secara tiba-tiba.
  2. Nyeri otot dan sakit kepala berkepanjangan.
  3. Mual, muntah, sakit perut, hingga diare.
  4. Batuk dan sesak napas saat kondisi mulai memburuk.
  5. Tekanan darah rendah dan detak jantung tidak stabil pada tahap serius.

Gejala biasanya muncul sekitar dua hingga tiga minggu setelah terinfeksi. Jika kondisi berkembang lebih parah, hantavirus dapat menyebabkan penumpukan cairan di paru-paru sehingga penderita kesulitan bernapas.

Karena itu, siapa pun yang mengalami gejala tersebut setelah berada di lingkungan dengan banyak tikus sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Cara Menangani Hantavirus

Hingga saat ini belum ada obat khusus untuk menyembuhkan infeksi hantavirus. Penanganan medis lebih difokuskan untuk membantu kondisi pasien tetap stabil dan mencegah komplikasi.

Berikut beberapa langkah penanganan yang biasanya dilakukan:

  1. Memberikan cairan dan perawatan pendukung untuk menjaga kondisi tubuh pasien.
  2. Pemberian oksigen tambahan jika pasien mengalami gangguan pernapasan.
  3. Prosedur intubasi pada kondisi berat agar pasien bisa bernapas lebih maksimal.
  4. Dialisis jika virus mulai memengaruhi fungsi ginjal.

Semakin cepat penderita mendapatkan bantuan medis, peluang pemulihan biasanya akan lebih baik. Karena itu, gejala yang tampak ringan sekalipun sebaiknya tidak diabaikan, terutama jika berkaitan dengan paparan tikus atau area yang kotor.

Kasus hantavirus yang sedang ramai diperbincangkan ini menjadi pengingat penting untuk lebih menjaga kebersihan rumah, gudang, maupun area yang jarang dibersihkan. Langkah sederhana seperti memakai masker saat membersihkan ruangan tertutup dan rutin mencuci tangan bisa membantu mengurangi risiko penularan penyakit dari hewan pengerat.

  • Hantavirus di Indonesia
  • Hantavirus

Redaktur: Afifa Khoirunnisa

Penulis: Afifa Khoirunnisa

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.