Fantastis! Keluarga Pendiri Samsung Rogoh Rp141 Triliun Demi Bayar Pajak Warisan
Jum'at, 08 Mei 2026, 12:30 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Keluarga pendiri Samsung akhirnya menuntaskan pembayaran pajak warisan fantastis senilai 12 triliun won atau sekitar Rp141 triliun pada Mei 2026.
Nilai tersebut menjadikannya salah satu pembayaran pajak warisan terbesar dalam sejarah Korea Selatan bahkan dunia.
Pajak jumbo ini berkaitan dengan harta peninggalan mendiang Chairman Samsung Group, Lee Kun-hee, yang wafat pada tahun 2020.
Kewajiban pajak tersebut ditanggung oleh anggota keluarga inti Samsung, termasuk putra sekaligus pewaris utama Lee Jae-yong, istrinya Hong Ra-hee, serta dua putrinya, Lee Boo-jin dan Lee Seo-hyun.
Mereka menyelesaikan pembayaran secara bertahap selama lima tahun sejak 2021, mengikuti ketentuan pemerintah Korea Selatan yang memungkinkan pembayaran pajak warisan dilakukan dengan skema cicilan.
Langkah pembayaran bertahap dipilih bukan tanpa alasan. Nilai pajak yang sangat besar membuat keluarga Samsung harus berhitung hati-hati agar tidak mengganggu stabilitas finansial dan struktur kepemilikan perusahaan.
Sebagai keluarga pengendali salah satu konglomerasi terbesar di Asia, mereka harus memastikan kendali terhadap grup bisnis tetap terjaga di tengah tekanan kewajiban pajak yang luar biasa besar.
Untuk memenuhi kewajiban tersebut, keluarga Samsung diketahui menjual sebagian saham di sejumlah perusahaan afiliasi grup. Selain itu, mereka juga memanfaatkan berbagai strategi pendanaan lain untuk menjaga likuiditas.
Meski begitu, keluarga tetap mempertahankan pengaruh besar di kerajaan bisnis Samsung yang memiliki lini usaha mulai dari elektronik, konstruksi, asuransi, hingga perhotelan.
Besarnya pajak warisan ini tidak lepas dari nilai aset peninggalan Lee Kun-hee yang sangat besar. Warisan tersebut mencakup saham di berbagai anak usaha Samsung, properti premium, hingga koleksi karya seni bernilai tinggi.
Selama memimpin Samsung, Lee Kun-hee dikenal sebagai sosok penting yang mengubah perusahaan menjadi raksasa teknologi global. Di bawah kepemimpinannya, Samsung berkembang pesat dan mampu bersaing dengan perusahaan teknologi terbesar dunia.
Korea Selatan sendiri memiliki tarif pajak warisan yang termasuk tertinggi di dunia. Untuk pewaris saham perusahaan besar, tarif efektifnya dapat mencapai lebih dari 50 persen.
Kebijakan ini selama bertahun-tahun menjadi perdebatan di kalangan pebisnis dan pemerintah karena dinilai dapat memengaruhi proses suksesi perusahaan keluarga besar atau chaebol.
Rampungnya pembayaran pajak pada Mei 2026 menjadi penanda berakhirnya salah satu proses pewarisan bisnis paling mahal dalam sejarah modern Korea Selatan.
Peristiwa ini sekaligus menunjukkan besarnya skala kekayaan keluarga Samsung serta tantangan yang dihadapi dinasti bisnis besar dalam mempertahankan kendali perusahaan lintas generasi.
Di sisi lain, penyelesaian kewajiban pajak tersebut juga dianggap sebagai simbol kepatuhan keluarga Samsung terhadap regulasi negara, meskipun harus mengeluarkan dana dalam jumlah luar biasa besar.*
- Keluarga pendiri Samsung bayar pajak
Redaktur: Weti Aprianti
Penulis: Weti Aprianti
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.