Waspada Hantavirus, Virus Mematikan dari Kotoran Tikus, Serang Paru-Paru dan Ginjal

Kamis, 07 Mei 2026, 18:00 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Hantavirus adalah kelompok virus berbahaya yang ditularkan kepada manusia melalui hewan pengerat, terutama tikus yang terinfeksi.

Penularan biasanya terjadi ketika seseorang menghirup partikel kecil dari urine, kotoran, atau air liur tikus yang telah mengering dan bercampur dengan debu di udara.

Ket. Foto: Ilustrasi penyebaran Hantavirus — Sumber: Everyday Health

Meski terdengar sepele, infeksi hantavirus dapat menyebabkan penyakit serius bahkan berujung kematian apabila tidak ditangani dengan cepat.

Melansir dari laman Everyday Health, virus ini dikenal sebagai penyebab dua penyakit utama, yaitu Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru dan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang menyerang ginjal. 

Kedua kondisi tersebut termasuk penyakit berat karena dapat menyebabkan gangguan organ vital dalam waktu singkat.

Kasus hantavirus lebih sering ditemukan di wilayah yang memiliki populasi tikus tinggi, terutama di area dengan sanitasi buruk atau bangunan tertutup yang jarang dibersihkan.

Indonesia sendiri pernah melaporkan kasus terkait hantavirus, sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penyakit ini.

Pada tahap awal, gejala hantavirus sering kali menyerupai flu biasa. Penderitanya dapat mengalami demam, tubuh lemas, sakit kepala, nyeri otot, serta menggigil.

Karena gejalanya umum, banyak orang tidak menyadari bahwa mereka telah terinfeksi virus berbahaya. Namun, dalam kurun waktu sekitar 4 hingga 10 hari, kondisi pasien bisa memburuk dengan cepat.

Pada kasus HPS, penderita mulai mengalami sesak napas berat akibat penumpukan cairan di paru-paru. Napas terasa pendek dan dada terasa sesak sehingga pasien membutuhkan penanganan intensif di rumah sakit.

Sementara pada HFRS, virus dapat merusak fungsi ginjal dan menyebabkan perdarahan serius. Jika terlambat ditangani, kedua penyakit tersebut dapat berakibat fatal.

Tingkat kematian akibat hantavirus tergolong tinggi, khususnya pada kasus HPS yang dapat mencapai 30 hingga 40 persen.

Hingga kini belum tersedia obat antivirus khusus yang benar-benar efektif untuk menyembuhkan infeksi hantavirus.

Oleh sebab itu, penanganan medis sedini mungkin sangat penting guna meningkatkan peluang pasien untuk pulih.

Pencegahan menjadi langkah terbaik untuk menghindari infeksi hantavirus. Masyarakat disarankan menjaga kebersihan rumah dan lingkungan agar tidak menjadi sarang tikus.

Ruangan tertutup yang lama tidak digunakan perlu dibersihkan dengan hati-hati agar debu dari kotoran tikus tidak terhirup.

Saat membersihkan area yang diduga terkontaminasi, gunakan masker dan sarung tangan. Hindari menyapu kotoran tikus dalam kondisi kering karena dapat membuat partikel virus beterbangan di udara.

Sebaiknya semprot area tersebut dengan cairan disinfektan terlebih dahulu sebelum dibersihkan.

Kesadaran masyarakat terhadap bahaya hantavirus masih tergolong rendah. Padahal, penyakit ini bisa menyerang siapa saja yang terpapar lingkungan kotor dan dipenuhi tikus.

Dengan menjaga kebersihan lingkungan serta segera mencari bantuan medis ketika mengalami gejala mencurigakan, risiko komplikasi serius akibat hantavirus dapat diminimalkan.*

  • Hantavirus

Redaktur: Weti Aprianti

Penulis: Weti Aprianti

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.