Bahaya Menikah dengan Sepupu, Risiko Penyakit Keturunan hingga Gangguan Mental Bisa Mengintai

Kamis, 07 Mei 2026, 20:45 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Pernikahan dengan sepupu atau yang sering disebut pernikahan sedarah kembali menjadi perbincangan publik. Meski masih ditemukan dalam beberapa budaya dan lingkungan keluarga, hubungan pernikahan seperti ini ternyata memiliki risiko kesehatan yang perlu diperhatikan, terutama bagi keturunan mereka di masa depan.

Secara medis, menikah dengan kerabat dekat dapat meningkatkan kemungkinan anak mewarisi gen yang sama dari kedua orang tua. Ketika gen resesif yang membawa penyakit bertemu, risiko munculnya gangguan kesehatan pun menjadi lebih besar.

Ket. Foto: Ilustrasi pernikahan sedarah — Sumber: istimewa

Berikut beberapa risiko kesehatan yang dapat terjadi akibat pernikahan sedarah atau menikahi sepupu:

1. Risiko Cacat Lahir Lebih Tinggi

Anak dari pasangan yang memiliki hubungan darah berisiko lebih tinggi mengalami cacat lahir.

Hal ini terjadi karena adanya kemungkinan gen bermasalah diwariskan dari kedua sisi keluarga. Kondisi tersebut bisa memengaruhi perkembangan organ tubuh, fisik, hingga fungsi tertentu pada bayi sejak lahir.

2. Gangguan Mental dan Perkembangan

Selain kondisi fisik, risiko gangguan perkembangan mental juga dapat meningkat.

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa anak dari pernikahan sedarah memiliki kemungkinan lebih besar mengalami keterlambatan perkembangan, kesulitan belajar, hingga gangguan intelektual tertentu.

3. Penyakit Resesif Autosomal

Salah satu risiko utama dari pernikahan sepupu adalah munculnya penyakit resesif autosomal.

Penyakit ini terjadi ketika anak menerima dua gen resesif yang sama dari ayah dan ibu. Dalam kondisi normal, gen pembawa penyakit mungkin tidak terlihat pada orang tua, tetapi bisa muncul pada anak jika keduanya membawa gen serupa.

Beberapa penyakit keturunan tertentu dapat muncul akibat kondisi ini.

4. Lebih Rentan terhadap Penyakit

Anak yang lahir dari pasangan sedarah juga disebut memiliki keragaman genetik yang lebih rendah.

Akibatnya, sistem kekebalan tubuh bisa menjadi kurang optimal sehingga tubuh lebih rentan terhadap beberapa penyakit tertentu dibandingkan anak dari pasangan dengan latar genetik yang lebih beragam.

5. Risiko Kematian Bayi

Dalam beberapa kasus, risiko kematian bayi juga disebut lebih tinggi pada keturunan hasil pernikahan sedarah.

Faktor ini biasanya berkaitan dengan gangguan genetik serius atau komplikasi kesehatan bawaan yang memengaruhi kondisi bayi sejak dalam kandungan maupun setelah lahir.

Berbeda dengan pasangan dari keluarga yang tidak memiliki hubungan darah, anak yang lahir biasanya memiliki kombinasi genetik lebih beragam. Variasi gen tersebut dapat membantu menurunkan kemungkinan bertemunya gen resesif pembawa penyakit.

Karena itu, penting bagi pasangan yang memiliki hubungan kekerabatan untuk memahami risiko kesehatan sebelum menikah dan mempertimbangkan konsultasi medis atau pemeriksaan genetik lebih lanjut.

  • pernikahan sedarah
  • Pernikahan dengan sepupu

Redaktur: Afifa Khoirunnisa

Penulis: Afifa Khoirunnisa

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.