Rachel Zegler Bikin Heboh di Met Gala! Gaun ‘Eksekusi Tragis’ Ini Ternyata Terinspirasi Kisah Ratu yang Dipenggal

Rabu, 06 Mei 2026, 14:00 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Gaun yang dikenakan Rachel Zegler di ajang Met Gala tahun ini bukan sekadar busana karpet merah biasa, melainkan sebuah karya seni yang sarat makna historis dan emosional.

Dirancang oleh Prabal Gurung, gaun tersebut terinspirasi dari lukisan ikonik tahun 1833 berjudul “The Execution of Lady Jane Grey” karya Paul Delaroche.

Ket. Foto: — Sumber: Kolase foto Instagram

Pilihan inspirasi ini menghadirkan narasi dramatis yang jarang diangkat dalam dunia mode modern, sekaligus menunjukkan bagaimana fesyen dapat menjadi medium untuk menghidupkan kembali sejarah.

Lukisan tersebut menggambarkan detik-detik terakhir Lady Jane Grey, sosok yang dikenal sebagai Ratu Sembilan Hari dalam sejarah Inggris.

Setelah kematian Raja Edward VI pada tahun 1553, Jane diangkat sebagai ratu, namun kekuasaannya berumur sangat singkat. Ia kemudian digulingkan oleh sepupunya, Mary I, dan dijatuhi hukuman mati.

Momen tragis inilah yang diabadikan Delaroche dengan nuansa dramatis, seorang wanita muda berpakaian putih, berdiri dalam ketenangan sebelum eksekusi, dengan ekspresi yang menggambarkan kepasrahan sekaligus keberanian.

Interpretasi Prabal Gurung terhadap lukisan tersebut tampak jelas dalam gaun yang dikenakan Zegler. Warna putih mendominasi, melambangkan kepolosan sekaligus nasib tragis Lady Jane Grey.

Siluetnya lembut namun tegas, menciptakan kontras antara keanggunan dan ketegangan emosional yang menjadi inti dari karya seni aslinya.

Detail penutup wajah menambah lapisan misteri sekaligus merepresentasikan momen terakhir sebelum eksekusi, sebuah simbol kehilangan identitas dan kendali.

Rachel Zegler sendiri mengonfirmasi inspirasi ini melalui unggahan di Instagram-nya, menegaskan bahwa penampilannya bukan hanya tentang estetika, tetapi juga penghormatan terhadap sejarah dan seni klasik.

Keputusan ini memperlihatkan kesadaran artistik yang kuat, terutama di tengah tren Met Gala yang seringkali lebih menonjolkan kemewahan daripada makna.

Aksesori yang melengkapi penampilannya juga dipilih dengan cermat. Penutup wajah karya Jennifer Behr memberikan sentuhan dramatis yang memperkuat narasi visual gaun tersebut.

Anting-anting dari Marco Bicego menghadirkan kilau elegan tanpa mengalihkan perhatian dari keseluruhan konsep.

Sementara itu, sepatu dari Stuart Weitzman menyempurnakan tampilan dengan sentuhan modern yang tetap selaras dengan tema klasik.

Penampilan ini menjadi bukti bahwa mode dapat berfungsi sebagai bentuk storytelling yang kuat.

Dengan menggabungkan elemen sejarah, seni, dan desain kontemporer, Rachel Zegler dan Prabal Gurung berhasil menciptakan momen yang tidak hanya memukau secara visual, tetapi juga menggugah secara emosional.

Gaun ini bukan sekadar busana, melainkan interpretasi hidup dari sebuah kisah tragis yang terus dikenang sepanjang waktu.*

  • Gaun Rachel Zegler di Met Gala 2026

Redaktur: Weti Aprianti

Penulis: Weti Aprianti

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.