Paus Leo IV Beri Penghormatan kepada Wartawan yang Gugur di Daerah Konflik

Selasa, 05 Mei 2026, 08:59 WIB

VATIKAN CITY, KUCANTIK.COM - Paus Leo IV mengutuk pelanggaran terhadap kebebasan pers yang terus-menerus terjadi di muka bumi, saat memperingatiHari Kebebasan Pers Sedunia, Minggu (4/5).

Pada kesempatan itu, Paus sekaligus memberikan penghormatan kepada para jurnalis yang gugur saat meliput dari zona konflik.

Ket. Foto: Paus Leo IV — Sumber: istimewa

Berbicara di Lapangan Santo Petrus yang bermandikan sinar matahari, Paus pada akhir doa mingguan mengatakan bahwa peringatan itu menyoroti pentingnya jurnalisme independen dan ancaman yang semakin meningkat yang dihadapi oleh para wartawan.

“Hari ini kita merayakan Hari Kebebasan Pers Sedunia, sayangnya, hak ini sering dilanggar, terkadang dengan cara yang terang-terangan, terkadang dengan cara yang lebih tersembunyi,” kata Pemimpin Tahta Suci itu.

Paus mendesak umat beriman untuk mengingat para jurnalis dan reporter yang telah kehilangan nyawa mereka dalam mengejar kebenaran, khususnya di daerah-daerah yang dilanda konflik.

“Kita mengenang banyak jurnalis dan reporter yang telah menjadi korban perang dan kekerasan,” kata Paus.

Hari Kebebasan Pers Sedunia, yang disponsori oleh badan kebudayaan PBB UNESCO, diperingati setiap tanggal 3 Mei. Peringatan itu sebagai bentuk dukungan bagi organisasi media yang berada di bawah tekanan atau sensor, serta sebagai kesempatan untuk mengenang para jurnalis yang gugur dalam menjalankan tugas.

Dalam pidato-pidato sebelumnya, pemimpin Gereja Katolik telah menggambarkan jurnalisme sebagai pilar masyarakat dan demokrasi, di mana informasi menjadi barang publik yang harus dijaga dan dilindungi dari manipulasi.

Ia sering berterima kasih kepada para wartawan karena telah menyampaikan kebenaran. Leo mengatakan bahwa melakukan pekerjaan mereka tidak pernah dapat dianggap sebagai kejahatan, dan sering menyerukan pembebasan para jurnalis yang telah ditahan atau dituntut secara tidak adil.

Tindakan Nyata

Sementara itu, Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) menyebutkan bahwa Jalur Gaza merupakan tempat paling mematikan di dunia bagi para jurnalis.

Lewat sebuah unggahan di X yang menandai Hari Kebebasan Pers Dunia, badan PBB itu mendesak komunitas internasional untuk melakukan tindakan nyata dan bukan hanya sekadar menyampaikan kecaman dan solidaritas.

Pihaknya menekankan pentingnya akuntabilitas, perlindungan bagi jurnalis serta memastikan akses independen bagi media Internasional.

Sementara itu, Kepala HAM PBB Volker Türk mengatakan perang yang hingga kini masih berlangsung di Gaza telah menjadi jebakan maut bagi media.

OHCHR telah memverifikasi kematian hampir 300 jurnalis sejak Oktober 2023, ketika Israel mulai meluncurkan agresi ke Gaza.

Selain itu, sejumlah besar jurnalis juga mengalami luka selama melakukan peliputan di wilayah kantong tersebut. ST/Ant/SB/E-9

  • perlindungan wartawan

Redaktur: Diapari S

Penulis: Diapari S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.