Koleksi Sepatu Chanel Cruise 2027 Dianggap Nyeleneh, Inovasi Ekstrem Matthieu Blazy Picu Pro Kontra

Kamis, 30 Apr 2026, 13:00 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Dunia mode kembali diguncang dengan gebrakan tak terduga dari rumah mode legendaris Chanel. Dalam koleksi Chanel Cruise 2027 yang dipentaskan di Biarritz, sang direktur kreatif Matthieu Blazy menghadirkan sesuatu yang membuat publik bertanya-tanya, apakah ini masih sepatu, atau sekadar ilusi gaya?

Matthieu Blazy tampaknya sengaja bermain di batas logika desain. Ia merombak total siluet klasik Chanel, termasuk sepatu cap-toe yang selama ini identik dengan elegansi abadi. 

Ket. Foto: Koleksi Sepatu Chanel Cruise 2027. — Sumber: Istimewa

Namun kali ini, bentuknya dipreteli hingga hampir tak tersisa. Beberapa model bahkan berjalan di runway hanya dengan tali super tipis yang melingkari pergelangan kaki, lengkap dengan penutup tumit kecil, sebuah desain yang lebih menyerupai bayangan sepatu daripada alas kaki sesungguhnya.

20260430114504_22515.jpg

Dok. Istimewa

Tak heran jika pengamat mode seperti Joelle Diderich menyebutnya sebagai “hampir tidak lebih dari penutup tumit.” 

Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Dalam beberapa look, sepatu tersebut benar-benar tampak seperti elemen minimal yang nyaris menghilang, namun justru di situlah letak kekuatannya, keberanian untuk mendobrak definisi sepatu itu sendiri.

Meski ekstrem, Matthieu Blazy tetap menyisipkan DNA Chanel. Warna-warna kontras khas rumah mode ini tetap hadir, mulai dari kombinasi emas dan perak metalik hingga hitam pekat yang menciptakan garis grafis tajam. 

20260430114438_22513.jpg

Dok. Istimewa

Matthieu Blazy juga bermain dengan versi cap toe yang lebih cerah, putih dengan sentuhan hijau dan biru mencolok, hingga motif oranye hitam dengan nuansa liar seperti garis harimau.

Tak hanya itu, sepatu bot karet setinggi paha turut mencuri perhatian. Alih-alih terlihat berat, desain ini justru terasa playful dan segar, seolah Matthieu Blazy ingin menunjukkan warisan klasik tak harus selalu kaku. Bahkan dalam interpretasi paling nyeleneh sekalipun, esensi Chanel tetap bisa terasa.

20260430114448_22514.jpg

Dok. Istimewa

Di sisi lain, elemen klasik belum sepenuhnya ditinggalkan. Sepatu hitam-putih khas Chanel tetap muncul, meski dalam versi yang lebih eksperimental. Ada yang hadir sebagai slingback dengan ujung kontras bersih, ada pula yang tampil dengan potongan unik dan tekstur lebih kompleks. 

Semua ini dipadukan dengan outfit resort yang cenderung maksimalis, mulai dari setelan pendek hingga layering penuh rumbai.

Permainan tekstur menjadi bab penting lainnya. Mules anyaman metalik, sandal berhias, hingga hak dengan detail garis menghadirkan dimensi baru pada alas kaki. 

Seluruh elemen ini selaras dengan tema besar koleksi yang dipenuhi garis pelaut, motif payung pantai, hingga sentuhan rafia yang kaya detail.

Lebih dari sekadar pelengkap, sepatu dalam koleksi ini justru menjadi pusat perhatian. Matthieu Blazy tidak berhenti pada reinterpretasi semata, melainkan benar-benar memperluas batas kreativitas, dari sepatu menjadi aksesori, dari fungsi menjadi pernyataan.

Langkah berani ini terasa semakin simbolis karena dipresentasikan di Biarritz, tempat di mana Coco Chanel dulu mulai merancang kode-kode gaya yang kini mendunia. 

Kini, di lokasi yang sama, Matthieu Blazy seolah menantang sejarah itu sendiri, menciptakan ulang identitas Chanel dengan cara yang tak pernah terpikirkan sebelumnya.

Apakah ini masa depan sepatu, atau sekadar eksperimen ekstrem? Chanel sekali lagi membuktikan bahwa dalam dunia mode, batas hanya ada untuk dilanggar.

  • Chanel
  • Matthieu Blazy

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.