Dampak dari kejadian tersebut menyebabkan beberapa rute KA jarak jauh hingga KRL yang melewati Stasiun Bekasi Timur mengalami pembatalan. Bahkan lebih memilukan, kecelakaan tersebut menimbulkan korban jiwa sebanyak 15 orang dan 84 orang lainnya mengalami luka-luka.
Selaku pihak yang turut bertanggung jawab terhadap tragedi tersebut, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin angkat bicara terkait kronologi kecelakaan kereta pada pukul 20.52 WIB di petak Stasiun Bekasi Timur.
Bobby menduga bahwa tabrakan taksi pada Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 85 menjadi pemicu gangguan sinyal di Stasiun Bekasi Timur, sehingga kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL tidak dapat dihindari.
Selain pernyataannya yang dinanti publik, Bobby Rasyidin juga menjadi sorotan karena terjun langsung ke lokasi kejadian.
Potret Bobby Rasyidin duduk termenung di peron kereta di depan rongsokan gerbong viral di media sosial. Dalam foto tersebut, Bobby tampak mengenakan kemeja putih yang sudah tidak rapi seperti saat ia tiba di lokasi.
Lengan kemejanya tergulung, sementara tangannya menopang dagu. Tatapan matanya terlihat kosong mengarah ke area korban di samping gerbong KRL yang sudah hancur.
Saat foto itu diambil, diduga masih terdapat beberapa korban yang terjebak karena proses evakuasi KA Argo Bromo Anggrek belum sepenuhnya selesai.
Tanggung jawab besar yang diemban Bobby Rasyidin sebagai Dirut PT KAI menjadi sorotan, terutama dalam upaya pembenahan sistem agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.
Profil Dirut PT KAI Bobby Rasyidin
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) resmi dijabat Bobby Rasyidin berdasarkan Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-223/MBU/08/2025 serta SK Direksi PT Danantara Asset Management Nomor SK.038/DI-DAM/DO/2025 tanggal 12 Agustus 2025.
Bobby bukan sosok baru di lingkungan BUMN. Sebelumnya ia menjabat sebagai Direktur Utama PT LEN Industri (Persero) periode 2021â2025.
Ia lahir pada 32 Desember 1974 di Padang, Sumatera Barat, dan menempuh pendidikan S1 di Institut Teknologi Bandung (ITB) hingga lulus pada 1996. Ia kemudian melanjutkan studi Master of Psychology Management di Naperville serta MBA di The University of New South Wales (UNSW) dan lulus pada 2000.
Rekam Jejak Karir Bobby Rasyidin
Karier Bobby dimulai dari berbagai posisi strategis, di antaranya Direktur Utama PT Alcatel Lucent Indonesia (2012â2015), Direktur Utama PT Teknologi Riset Global Investama (2016), hingga Komisaris Utama di beberapa perusahaan BUMN dan anak usaha.
Ia juga pernah menjabat Direktur Utama PT LEN Industri (Persero) sebelum akhirnya dipercaya memimpin PT KAI sejak 2025 hingga sekarang.