Getir, Ini Permintaan Terakhir Salah Satu Korban Kecelakaan KA di Bekasi Timur Sebelum Meninggal Dunia 

Rabu, 29 Apr 2026, 12:45 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Tragedi kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4) meninggalkan duka mendalam bagi banyak keluarga.

Salah satu kisah paling menyayat datang dari Adelia (26), perempuan muda yang menjadi korban meninggal dalam tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line Cikarang.

Ket. Foto: — Sumber: Instagram/@radar_bekasi

Ucapan terakhirnya kepada sang ayah kini menjadi kenangan yang tak akan pernah hilang.

“Dia bilang, minta dijemput di Stasiun Cibitung. Dia telepon sudah sampai Stasiun Kranji.” Kalimat sederhana itu menjadi komunikasi terakhir antara Adelia dan ayahnya, Haerusli.

Seperti hari-hari sebelumnya, Haerusli bersiap menjemput putrinya di Stasiun Cibitung, tempat yang sudah akrab menjadi titik pertemuan mereka.

Sekitar pukul 20.30 WIB, Adelia mengabarkan bahwa kereta yang ditumpanginya telah tiba di Stasiun Kranji. Tidak ada nada cemas dalam percakapan itu, tidak ada firasat buruk.

Semua terasa seperti rutinitas biasa. Namun waktu terus berjalan, dan Adelia tak kunjung tiba di lokasi penjemputan.

Kegelisahan mulai muncul. Telepon yang sebelumnya aktif perlahan tak lagi tersambung. Di tengah kebingungan, kabar mengenai kecelakaan kereta mulai terdengar.

Tanpa berpikir panjang, Haerusli segera menuju lokasi kejadian di Stasiun Bekasi Timur, berharap kabar tersebut tidak berkaitan dengan putrinya.

Namun harapan itu pupus. Upaya pencarian di lokasi tidak membuahkan hasil. Tidak ada tanda-tanda keberadaan Adelia di antara kerumunan penumpang maupun petugas.

Ketidakpastian itu semakin menyesakkan, hingga akhirnya keluarga mendapat informasi dari pihak lain bahwa korban telah dibawa ke rumah sakit.

Kabar paling berat pun datang. Adelia ditemukan telah meninggal dunia di Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Timur. Duka mendalam menyelimuti keluarga, terutama Haerusli yang masih mengingat jelas percakapan terakhir dengan putrinya.

“Waktu saya ke Stasiun Bekasi Timur, nggak ketemu. Nggak ada kabar. Tapi pas saudara-saudara yang cek rumah sakit, ada di Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Timur,” ujarnya lirih.

Kisah ini menjadi pengingat betapa cepat kehidupan dapat berubah dalam hitungan menit. Dari percakapan sederhana tentang penjemputan, berakhir pada kehilangan yang tak tergantikan.

Ucapan terakhir Adelia kini menjadi fragmen kenangan yang terus terngiang, mengikat rasa rindu yang tak lagi bisa terjawab.

Di balik angka korban dan laporan peristiwa, ada cerita-cerita personal seperti ini yang menggambarkan betapa dalam luka yang ditinggalkan. Sebuah perjalanan pulang yang seharusnya biasa, justru menjadi perjalanan terakhir yang penuh duka.*

  • Kecelakaan KA Bekasi Timur

Redaktur: Weti Aprianti

Penulis: Weti Aprianti

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.