AS Bekukan Kripto Senilai Rp5,9 Triliun yang Terkait dengan Iran
Rabu, 29 Apr 2026, 08:58 WIBWASHINGTON, KUCANTIK.COM â Dengan segala cara Amerika Serikat (AS) terus berupaya membuat Iran bertekuk lutut. Kali ini, Washingtton membekukan aset kripto yang terkait dengan Iran senilai 344 juta dolar AS atau sekitar Rp5,9 triliun. Langkah pembekuan itu dilakukan AS di tengah memanasnya konflik yang mulai mengganggu pasokan energi global.
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent mengatakan pembekuan tersebut berasal dari sejumlah dompet digital yang memiliki keterkaitan dengan Iran. Pemerintah AS, katanya akan terus melemahkan kemampuan Teheran dalam menghasilkan dan memindahkan dana.
Kebijakan tersebut dilakukan bersamaan dengan upaya diplomatik baru untuk meredakan konflik.
Utusan AS, Steve Witkoff dan Jared Kushner dijadwalkan menuju Pakistan untuk mulai putaran baru pembicaraan dengan Iran. Negosiasi itu berlangsung saat pasar energi global tertekan akibat penutupan Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak dunia.
Bessent menegaskan bahwa tidak akan ada lagi pengecualian bagi ekspor minyak Iran. Menurutnya, blokade yang dilakukan AS membuat aliran minyak Iran praktis terhenti.
âBukan untuk Iran,â katanya kepada The Associated Press, dikutip dari CNA, baru-baru ini.
âKami melakukan blokade, dan tidak ada minyak yang keluar,â imbuhnya.
Ia memperkirakan dalam dua hingga tiga hari ke depan Iran berpotensi mulai menutup produksi minyak. Kondisi tersebut dinilai dapat berdampak besar terhadap sumur minyak dan kapasitas energi negara tersebut.
Konflik tersebut bermula setelah serangan gabungan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari yang menewaskan sejumlah tokoh penting, termasuk pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei. Sejak itu, ketegangan meningkat dan memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global.
Pejabat AS menyebut Washington kini menargetkan berbagai metode penghindaran sanksi, mulai dari perusahaan cangkang hingga teknologi baru seperti aset kripto. Pejabat itu menambahkan bahwa Departemen Keuangan sedang berdialog aktif dengan lembaga keuangan termasuk bursa aset digital.
Sementara itu, perusahaan intelijen blockchain, TRM Labs, yang membantu lembaga keuangan, bisnis kripto, dan instansi pemerintah mendeteksi dan menyelidiki kejahatan dan penipuan keuangan terkait kripto, mengatakan,kedua dompet digital yang terkait dengan Bank Sentral Iran memiliki relasi dengan IRGC-Pasukan Quds dan Hizbullah itu menerima sekitar 370 juta dollar AS melalui sekitar 1.000 transaksi sejak Maret 2021.
âIRGC telah menanamkan dirinya dalam infrastruktur stablecoin bermerek bursa, memanfaatkan biaya transaksi yang rendah, throughput yang tinggi, dan adopsi regional yang luas untuk memindahkan nilai sepenuhnya di luar sistem perbankan korespondensi,â tulis TRM Labs dalam situs web resminya.
Meluas di Berbagai Platform
Analisis TRM sebelumnya terhadap aktivitas on-chain Bank Sentral Iran mengidentifikasi tipologi institusional yang berulang, deposit besar, jembatan terstruktur ke Ethereum dan penyimpanan multisig Binance Smart Chain, transformasi token berbasis DeFi, fragmentasi, dan akhirnya pengalihan ke bursa terpusat.
âTindakan (pembekuan) hari inimemiliki implikasi kepatuhan di luar pencocokan daftar sanksi. Dompet yang ditunjuk menerima dana melalui arsitektur penyelesaian yang meluas di berbagai platform dan perantara,â sebutnya.
Menurutnya, organisasi yang terpapar pada aliran itu harus meninjau paparan pihak lawan dan tingkat transaksi untuk koneksi tidak langsung ke jaringan yang lebih luas tempat dompet-dompet ini berada.
âPenetapan (pembekuan)ini juga menandakan bahwa aktor tingkat negara beroperasi langsung dalam jalur penyelesaian kripto. Departemen Keuangan sekarang menjangkau lapisan cadangan, bukan hanya lapisan perantara,â ungkapnya.SB/E-9
- Konflik Timur Tengah
Redaktur: Diapari S
Penulis: Diapari S
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.