Skandal Daycare Little Aresha Makin Panas! 103 Anak Jadi Korban, Keluarga Owner Diduga Lagi Kuliah LPDP di Aussie?

Minggu, 26 Apr 2026, 05:30 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kasus dugaan kekerasan di daycare Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, kembali menyita perhatian publik setelah fakta-fakta baru terungkap.

Perkara ini menjadi sorotan luas karena melibatkan anak-anak usia sangat dini, bahkan mulai dari bayi hingga balita, yang seharusnya mendapatkan perlindungan maksimal dalam lingkungan penitipan.

Ket. Foto: Dugaan kasus daycare Little Aresha — Sumber: Kolase foto Instagram/@gosip_danu

Total Korban Ratusan Anak

Berdasarkan keterangan resmi dari Polresta Yogyakarta, jumlah korban dalam kasus ini mencapai angka yang mengejutkan, yakni sebanyak 103 anak.

Dari total tersebut, puluhan anak dilaporkan telah terkonfirmasi mengalami kekerasan fisik. Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Rizky Adrian, mengungkapkan bahwa sebagian besar korban berada dalam rentang usia yang sangat rentan, mulai dari 0 tahun hingga usia balita.

Data yang dihimpun oleh penyidik menunjukkan bahwa lebih dari separuh anak yang dititipkan di daycare tersebut diduga mengalami tindakan kekerasan.

Fakta ini tentu menimbulkan kekhawatiran mendalam bagi para orang tua, terutama mereka yang mempercayakan pengasuhan anak kepada fasilitas daycare dengan harapan mendapatkan lingkungan yang aman dan nyaman.

Isu Anak Menantu Beasiswa LPDP

Tak hanya itu, perkembangan terbaru yang beredar di media sosial turut menambah panasnya perbincangan publik.

Melansir dari akun Instagram @gosip_danu, muncul dugaan bahwa anak dan menantu dari pemilik daycare tersebut saat ini tengah menjalani studi di Australia melalui program beasiswa LPDP.

Informasi ini sontak memicu beragam reaksi dari warganet, yang mempertanyakan latar belakang keluarga pemilik serta kemungkinan adanya “backing” tertentu.

Meski begitu, penting untuk dicatat bahwa informasi yang beredar di media sosial masih bersifat dugaan dan belum tentu sepenuhnya terverifikasi oleh pihak berwenang.

Hingga saat ini, fokus utama aparat kepolisian tetap pada proses penyelidikan dan pengumpulan bukti untuk memastikan keadilan bagi para korban.

Kasus ini juga membuka diskusi lebih luas mengenai standar keamanan dan pengawasan di tempat penitipan anak.

Banyak pihak mendesak adanya evaluasi ketat terhadap izin operasional daycare, serta peningkatan pengawasan guna mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.

Di sisi lain, para orang tua korban berharap agar kasus ini dapat diusut tuntas dan pelaku mendapatkan hukuman setimpal.

Mereka juga menuntut transparansi dalam proses hukum agar kepercayaan masyarakat terhadap institusi penitipan anak dapat kembali pulih.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa keamanan anak harus menjadi prioritas utama, terutama dalam lingkungan yang seharusnya menjadi tempat perlindungan.

Publik kini menanti perkembangan lanjutan dari kasus ini, sembari berharap keadilan benar-benar ditegakkan tanpa pandang bulu.*

  • kasus daycare Little Aresha

Redaktur: Weti Aprianti

Penulis: Weti Aprianti

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.