Merinding dengan Kasus Daycare Little Aresha, Atalia Praratya Beri Tips Pilih Tempat Penitipan Anak
Minggu, 26 Apr 2026, 11:30 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Kabar mengenai dugaan kekerasan di daycare Little Aresha, Yogyakarta, mengguncang banyak pihak, termasuk Atalia Praratya.
Dalam pernyataannya, ia mengaku sangat miris dan terpukul mendengar laporan bahwa puluhan balita justru mengalami perlakuan tidak manusiawi di tempat yang seharusnya menjadi ruang aman.
Sebanyak 53 anak balita dilaporkan menjadi korban. Bentuk kekerasan yang diungkap pun mencemaskan, mulai dari tangan yang diikat, mulut ditutup, anak hanya dipakaikan popok tanpa pengawasan layak, hingga ditemukannya memar pada tubuh akibat cubitan.
Gambaran ini memunculkan pertanyaan besar tentang bagaimana sistem pengawasan di daycare tersebut bisa begitu lemah.
Atalia menyampaikan bahwa hatinya sangat teriris mendengar kejadian ini. Ia menyoroti ironi mendalam: orang tua menitipkan anak, bagian paling berharga dalam hidup mereka, dengan penuh kepercayaan kepada para pengasuh.
Namun kepercayaan itu justru dikhianati. Tempat yang semestinya menjadi ruang tumbuh dan perlindungan, berubah menjadi sumber trauma bagi anak-anak yang belum mampu membela diri.
Dalam nada yang tegas, Atalia juga mengajak para pengasuh untuk merenung. Profesi sebagai pengasuh anak bukan sekadar pekerjaan, melainkan amanah besar yang menyangkut masa depan generasi.
Ketika amanah itu dilanggar, dampaknya bukan hanya fisik, tetapi juga psikologis jangka panjang.
Beri Tips pada Orang Tua
Sebagai respons, ia membagikan sejumlah tips penting bagi orang tua agar lebih waspada dalam memilih daycare. Pertama, memastikan bahwa daycare memiliki izin resmi.
Legalitas bukan sekadar formalitas, melainkan indikator bahwa tempat tersebut telah melalui proses verifikasi tertentu. Kedua, orang tua perlu mengecek pengalaman serta kompetensi pengasuh, termasuk adanya standar operasional prosedur (SOP) yang jelas.
Selanjutnya, transparansi menjadi kunci. Daycare idealnya memiliki sistem pengawasan yang bisa diakses orang tua secara real-time, sehingga aktivitas anak dapat dipantau kapan saja.
Lingkungan yang bersih dan aman juga tidak bisa ditawar, karena berkaitan langsung dengan kesehatan dan kenyamanan anak.
Terakhir, adanya program perkembangan anak yang terstruktur dan berkualitas menjadi penanda bahwa daycare tidak hanya âmenitipkanâ, tetapi juga mendidik.
Atalia juga menghimbau pemerintah daerah untuk lebih aktif melakukan pengawasan terhadap daycare yang beroperasi di wilayah masing-masing.
Ia mengingatkan pentingnya implementasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak melalui Surat Edaran Nomor 61 Tahun 2020 tentang pedoman penyelenggaraan taman pengasuhan anak berbasis hak anak.
Kasus ini menjadi alarm keras bagi semua pihak. Bukan hanya orang tua, tetapi juga pengelola daycare dan pemerintah.
Pengawasan yang ketat, transparansi, serta komitmen terhadap perlindungan anak harus menjadi prioritas utama. Seperti yang disampaikan Atalia, peristiwa ini harus dikawal hingga tuntas, agar keadilan ditegakkan dan kejadian serupa tidak terulang di masa depan.*
- Atalia Praratya
- Daycare Little Aresha
Redaktur: Weti Aprianti
Penulis: Weti Aprianti
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.