103 Anak Jadi Korban, Skandal Daycare Little Aresha Jadi Peringatan Serius bagi Orang Tua

Minggu, 26 Apr 2026, 06:45 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kasus dugaan kekerasan di daycare Little Aresha di Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, kini tidak hanya menjadi sorotan publik, tetapi juga berubah menjadi alarm keras bagi para orang tua di seluruh Indonesia. 

Skandal daycare Little Aresha membuka mata banyak pihak, menitipkan anak terutama bayi dan balita, tidak boleh dilakukan tanpa pengawasan dan pertimbangan matang.

Ket. Foto: Skandal Daycare Little Aresha. — Sumber: Istimewa

Di balik maraknya layanan penitipan anak yang menjanjikan kenyamanan dan keamanan, kasus ini justru menunjukkan bahwa risiko tetap ada, bahkan di tempat yang terlihat profesional sekalipun.

Ratusan Anak Diduga Jadi Korban

Data dari Polresta Yogyakarta mengungkap fakta yang mengejutkan. Sebanyak 103 anak diduga menjadi korban dalam kasus ini. Angka tersebut bukan hanya statistik, tetapi cerminan dari potensi kelalaian sistem pengawasan yang seharusnya melindungi anak-anak.

Sebagian korban bahkan masih berusia sangat dini, mulai dari bayi hingga balita. Kelompok usia ini tentu belum mampu mengungkapkan apa yang mereka alami, sehingga sangat rentan terhadap berbagai bentuk kekerasan.

Temuan lebih dari separuh anak yang dititipkan diduga mengalami perlakuan tidak layak menjadi pukulan telak bagi kepercayaan orang tua terhadap layanan daycare.

Kepercayaan Orang Tua Dipertaruhkan

Bagi banyak keluarga, daycare menjadi solusi di tengah kesibukan kerja. Orang tua mempercayakan anak mereka dengan harapan mendapatkan pengasuhan yang aman, penuh perhatian, dan profesional.

Namun, kasus Little Aresha menunjukkan bahwa kepercayaan tersebut bisa runtuh dalam sekejap. Tidak semua fasilitas memiliki standar yang benar-benar terjamin, dan tidak semua pengasuh memiliki kompetensi maupun empati yang memadai.

Peristiwa ini menjadi pengingat orang tua tidak bisa sepenuhnya melepas tanggung jawab, meskipun anak berada di bawah pengawasan pihak lain.

Pentingnya Lebih Selektif Memilih Daycare

Skandal ini mendorong para orang tua untuk lebih kritis dan selektif dalam memilih tempat penitipan anak. 

Beberapa langkah penting yang bisa dilakukan antara lain:

- Memastikan daycare memiliki izin resmi dan terdaftar. 

- Mengamati langsung kondisi lingkungan dan interaksi pengasuh dengan anak. 

- Menanyakan sistem pengawasan, seperti CCTV atau laporan harian. 

- Mengecek latar belakang tenaga pengasuh. 

- Mendengarkan testimoni dari orang tua lain. 

Selain itu, penting juga untuk tetap membangun komunikasi dengan anak, meskipun mereka masih kecil. Perubahan perilaku sekecil apa pun bisa menjadi sinyal adanya masalah.

Dorongan Perbaikan Sistem Pengawasan

Kasus ini juga menyoroti perlunya peran pemerintah dalam memperketat regulasi dan pengawasan terhadap daycare. 

Standar operasional harus ditegakkan secara konsisten, termasuk pelatihan bagi tenaga pengasuh dan inspeksi rutin.

Tanpa pengawasan yang ketat, potensi kejadian serupa akan selalu ada.

Jangan Abaikan Insting Orang Tua

Lebih dari sekadar prosedur administratif, orang tua juga perlu mengandalkan insting. Jika ada hal yang terasa janggal, penting untuk segera mencari tahu dan tidak ragu mengambil tindakan.

Skandal Little Aresha menjadi pelajaran pahit, keamanan anak tidak boleh dikompromikan. Lingkungan yang seharusnya menjadi tempat tumbuh dan belajar justru bisa menjadi sumber trauma jika tidak diawasi dengan baik.

Kini, bola ada di tangan semua pihak, orang tua, pengelola daycare, hingga pemerintah. Namun satu hal yang jelas, kewaspadaan orang tua adalah benteng pertama dan utama dalam melindungi anak.

Kasus ini menyakitkan, tetapi juga menjadi pengingat penting, tidak ada yang lebih berharga dari keselamatan dan kesejahteraan anak.

  • Daycare
  • kasus daycare Little Aresha

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.