Deretan Maskapai yang Terdampak Perang Iran-AS: Harga Tiket Naik hingga Penerbangan Dipangkas

Sabtu, 25 Apr 2026, 22:45 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Sejumlah maskapai dunia mulai menaikkan harga tiket sekaligus mengurangi jumlah penerbangan di tengah lonjakan harga bahan bakar akibat konflik global yang masih berlangsung.

Diketahui, konflik Iran-AS membuat biaya operasional maskapai meningkat tajam sehingga berdampak langsung pada harga tiket serta ketersediaan kursi penerbangan di berbagai rute internasional.

Ket. Foto: Ilustrasi Pesawat — Sumber: Freepik

Berikut ini sederet daftar maskapai yang terdampak secara langsung dalam kondisi tersebut:

• Thai Airways

Thai Airways menaikkan harga tiket sekitar 10% hingga 15% untuk menutupi biaya bahan bakar yang meningkat secara signifikan.

• Air New Zealand

Maskapai ini juga menaikkan tarif penerbangan sebesar NZ$10 untuk rute domestik, NZ$20 untuk penerbangan jarak pendek, dan NZ$90 untuk penerbangan jarak jauh secara bertahap.

• Air France-KLM

Air France-KLM memberlakukan biaya tambahan sekitar 50 euro untuk penerbangan jarak jauh pulang-pergi sebagai upaya penyesuaian biaya operasional.

• Qantas

Maskapai asal Australia ini mengonfirmasi kenaikan harga tiket, terutama untuk rute internasional yang memiliki permintaan tinggi.

• AirAsia

AirAsia mengakui kenaikan harga tiket tidak bisa dihindari. Namun, maskapai ini menyebut akan berusaha menekan kenaikan agar tidak terlalu besar dibanding maskapai lain di industri penerbangan.

Tak hanya menaikkan harga, beberapa maskapai juga mulai mengurangi jadwal penerbangan, di antaranya:

• United Airlines

United Airlines berencana memangkas sekitar 5% dari total penerbangan dalam jangka pendek untuk menekan biaya operasional secara lebih efisien. Langkah ini diambil karena kenaikan harga bahan bakar diperkirakan bisa menambah biaya hingga miliaran dolar per tahun dalam industri penerbangan global.

Adapun kenaikan harga tiket hingga berkurangnya jumlah penerbangan membuat perjalanan udara menjadi semakin terbatas. Kondisi ini turut memicu harga tiket semakin mahal, terutama jika harga bahan bakar masih bertahan tinggi dalam waktu yang lebih lama.

Secara keseluruhan, kondisi ini menunjukkan bahwa industri penerbangan global masih sangat rentan terhadap fluktuasi harga bahan bakar dan dinamika geopolitik.

Kenaikan tarif dan pengurangan jadwal penerbangan menjadi strategi yang dipilih maskapai untuk menjaga keberlangsungan operasional di tengah tekanan biaya yang terus meningkat.

Dampaknya dirasakan langsung oleh penumpang, terutama dalam bentuk keterbatasan pilihan dan kenaikan harga tiket di berbagai rute perjalanan internasional.

Situasi ini diperkirakan masih dapat berlanjut selama harga bahan bakar tetap tinggi. Sehingga maskapai perlu terus melakukan penyesuaian operasional untuk menjaga stabilitas layanan ke depan global.

  • Konflik Iran dan Israel
  • Harga Tiket Maskapai Pesawat Naik

Redaktur: Fitrya A Kusumah

Penulis: Fitrya A Kusumah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.