Bukan Sekadar Baju, Intip Detail 'Gila' Koleksi Schiaparelli FW26: Ada Sepatu Kepala Kucing!

Sabtu, 25 Apr 2026, 10:15 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Maison Schiaparelli kembali mengguncang panggung Paris Fashion Week lewat peluncuran koleksi Fall/Winter 2026 yang bertajuk "The Sphinx".

Di bawah arahan kreatif Daniel Roseberry, koleksi ready-to-wear terbaru ini mengeksplorasi batas antara seni surealis dan fungsionalitas modern yang lebih playful.

Ket. Foto: Koleksi Fall/Winter 2026 yang bertajuk "The Sphinx". — Sumber: Dok. Schiaparelli

Dengan menonjolkan detail ikonik seperti motif keyhole dan aksesori berlapis emas 24 karat, Schiaparelli FW26 menawarkan visi baru tentang identitas wanita modern yang penuh misteri.

Simak ulasan mendalam mengenai teknik konstruksi liquid plissé serta inovasi material unik yang menjadikan koleksi Daniel Roseberry kali ini sebagai salah satu yang paling dibicarakan di industri fashion global tahun ini.

1. Filosofi 'The Sphinx': Simbol Identitas Modern

Pemilihan nama "The Sphinx" bukan tanpa alasan. Terinspirasi dari makhluk mitologi penjaga misteri, Roseberry ingin mengeksplorasi peran pakaian sebagai pelindung sekaligus media pernyataan diri.

Koleksi ini menjadi refleksi tentang bagaimana wanita modern menampilkan identitasnya kepada dunia melalui busana yang artistik namun tetap relevan.

2. Inovasi Konstruksi yang Melawan Arus

Berbeda dengan siluet kaku yang biasa dihasilkan dari tulang korset (boning), musim ini Roseberry memperkenalkan teknik konstruksi yang lebih dinamis:

  • Efek Mengapung: Perpaduan material rajut (knit) dengan illusion tulle menciptakan kesan busana yang tampak melayang indah di tubuh.

  • Liquid Plissé: Teknik lipatan kain yang tampak berkilau dan bergerak luwes layaknya logam cair, memberikan kesan futuristik yang elegan.

3. Kode Rahasia dan Detail Ikonik Maison

Elemen-elemen "rahasia" yang menjadi identitas Schiaparelli muncul kembali dengan sentuhan mewah. Motif lubang kunci (keyhole) dan pita pengukur (measuring tape) hadir dalam bentuk plakat emas 24 karat, baik sebagai detail pada blazer maupun aksesori pelengkap tas dan sepatu.

4. Eksperimen Tekstur dan Ilusi Mata

Permainan material menjadi kekuatan utama dalam koleksi ini. Roseberry menggunakan:

  • Trompe-l’oeil: Teknik ilusi yang membuat bahan silk wool tampak menyerupai kulit manusia.

  • Motif Anatomi: Cetakan yang menyerupai bayangan tubuh manusia, memberikan kesan surealis yang mendalam.

5. Aksesori Surealis yang Nyentrik

Aksesori Schiaparelli selalu berhasil menjadi bahan pembicaraan. Untuk FW26, muncul detail unik seperti:

  • Sepatu kepala kucing yang provokatif namun jenaka.

  • Tas shearling dengan aksen kaki burung kuntul (egret) dari perunggu.

  • Detail payet manik-manik (bugle beads) yang membentuk motif pita pengukur pada jaket.

Koleksi "The Sphinx" membuktikan bahwa Daniel Roseberry berhasil membawa Schiaparelli melampaui sekadar rumah mode bersejarah, menjadi label yang tetap relevan di era kontemporer tanpa kehilangan jati diri artistiknya.

Dengan memadukan detail surealis yang nyentrik dan teknik konstruksi busana yang inovatif, koleksi FW26 ini memberikan napas baru bagi para pencinta mode yang mendambakan keunikan sekaligus kenyamanan.

Pada akhirnya, Schiaparelli bukan hanya tentang pakaian yang kita kenakan, melainkan tentang cerita dan misteri yang ingin kita tampilkan kepada dunia.

  • Schiaparelli
  • Daniel Roseberry

Redaktur: Sarah Ramadhani

Penulis: Sarah Ramadhani

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.