Saat Kartini Pilih Jadi Vegetarian: Jejak Pemikiran Modern di Balik Surat Tahun 1902

Senin, 20 Apr 2026, 15:30 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Gaya hidup R.A. Kartini selama ini lebih sering dibahas dalam konteks emansipasi perempuan dan perjuangannya membuka akses pendidikan.

Namun, ada sisi lain yang tak kalah menarik dari pemikirannya, yakni pilihan hidupnya sebagai seorang vegetarian.

Ket. Foto: — Sumber: ycab foundation

Fakta ini terungkap dari surat-surat pribadinya, khususnya dalam korespondensinya dengan Ny. Abendanon tertanggal 27 Oktober 1902.

Dalam surat tersebut, Kartini menuliskan bahwa ia dan adik-adiknya telah berhenti mengonsumsi daging.

Keputusan ini bukanlah sesuatu yang tiba-tiba, melainkan hasil dari pergulatan batin dan pemikiran mendalam yang ia jalani sejak usia muda, sekitar 14 hingga 15 tahun.

Ia bahkan menyebut vegetarisme sebagai “doa tanpa kata kepada Yang Maha Tinggi,” sebuah ungkapan yang menunjukkan bahwa pilihan makan tersebut memiliki dimensi spiritual yang kuat.

Bagi Kartini, menjadi vegetarian bukan sekadar soal pola makan atau kesehatan, melainkan bentuk ekspresi nilai-nilai kemanusiaan.

Ia memandang bahwa menghindari konsumsi daging adalah bagian dari rasa syukur, kasih sayang terhadap makhluk hidup, serta refleksi hubungan manusia dengan alam dan Tuhan. 

Dalam konteks ini, vegetarisme menjadi sebuah praktik etis yang melampaui sekadar kebiasaan sehari-hari.

Menariknya, Kartini juga mengakui bahwa perjalanannya menuju gaya hidup ini tidak selalu mudah. Dalam suratnya, ia menyinggung bahwa pada awalnya ia merasa belum memiliki keberanian susila untuk sepenuhnya meninggalkan daging.

Ada tekanan sosial dan kebiasaan lingkungan yang membuatnya sempat ragu. Namun, seiring waktu, ia menemukan keyakinan yang lebih kuat dan akhirnya memilih untuk konsisten dengan prinsipnya.

Jika dilihat dari konteks zamannya, keputusan Kartini ini tergolong sangat progresif. Pada awal abad ke-20, konsep vegetarisme belum menjadi wacana umum di kalangan masyarakat Hindia Belanda, apalagi di lingkungan bangsawan Jawa.

Pilihan ini menunjukkan bahwa Kartini tidak hanya maju dalam pemikiran tentang perempuan, tetapi juga dalam cara pandangnya terhadap kehidupan secara lebih luas.

Sejarawan melihat bahwa gaya hidup vegetarian Kartini mencerminkan keterbukaannya terhadap ide-ide baru.

Interaksinya dengan berbagai kalangan, termasuk sahabat-sahabatnya di Eropa, memperkaya sudut pandangnya. Ia tidak terjebak dalam tradisi semata, melainkan mampu menyaring nilai-nilai yang sejalan dengan nuraninya.

Dengan demikian, kisah vegetarisme Kartini memberikan gambaran yang lebih utuh tentang sosoknya. Ia bukan hanya pelopor emansipasi, tetapi juga seorang pemikir yang berani mengambil sikap berbeda demi nilai yang diyakininya.

Pilihan hidupnya ini menjadi bukti bahwa perubahan besar sering kali berakar dari keputusan-keputusan pribadi yang tampak sederhana, namun sarat makna.*

  • Kartini Vegetarian

Redaktur: Weti Aprianti

Penulis: Weti Aprianti

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.