Dampak Harga BBM dan LPG Naik Bagi Anak Muda, Bisa Bikin Kantong Jebol!

Senin, 20 Apr 2026, 19:30 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kabar kenaikan harga kembali datang dari sektor energi. Baru-baru ini, harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) 12 kg mengalami penyesuaian yang cukup signifikan dan langsung menjadi perhatian masyarakat.

Berdasarkan data dari MyPertamina, beberapa jenis BBM mengalami lonjakan harga. Misalnya, Pertamax Turbo dengan RON 98 naik dari Rp13.100 menjadi Rp19.400 per liter. Sementara itu, Dexlite melonjak dari Rp14.200 menjadi Rp23.600 per liter, dan Pertamina Dex juga naik dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter.

Tak hanya BBM, LPG non-subsidi 12 kg yang dikelola Pertamina Patra Niaga juga ikut naik dari Rp192 ribu menjadi Rp228 ribu per tabung, atau meningkat sekitar 18,75 persen. Kenaikan ini merupakan yang pertama sejak 2023 dan berlaku di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.

Menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), penyesuaian harga ini dipengaruhi oleh kondisi pasar global yang fluktuatif, sehingga harga dalam negeri perlu mengikuti dinamika tersebut.

Dampaknya ke Anak Muda

Meski terlihat seperti isu ekonomi besar, dampak kenaikan ini ternyata cukup terasa dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi anak muda yang memiliki mobilitas tinggi.

Secara umum, BBM dibagi menjadi dua jenis, yaitu subsidi dan non-subsidi. BBM subsidi mendapatkan bantuan pemerintah sehingga harganya lebih murah, sedangkan BBM non-subsidi mengikuti harga pasar tanpa bantuan APBN. Kenaikan saat ini hanya terjadi pada BBM non-subsidi.

Menurut pakar energi dari Universitas Gadjah Mada, dampak kenaikan BBM non-subsidi memang tidak sebesar BBM subsidi karena penggunaannya lebih terbatas. Namun, bukan berarti tidak berpengaruh sama sekali.

Bagi anak muda, dampak paling terasa biasanya ada pada biaya transportasi. Aktivitas harian seperti kuliah, kerja, hangout, hingga perjalanan jarak dekat bisa jadi lebih mahal dari sebelumnya. Jika sebelumnya masih bisa santai soal ongkos, kini pengeluaran transportasi perlu mulai dihitung lebih detail.

Selain itu, kenaikan harga LPG juga berdampak pada sektor kuliner. Banyak usaha makanan yang menggunakan gas sebagai bahan utama produksi. Akibatnya, harga makanan di luar rumah berpotensi ikut naik. Hal ini cukup terasa bagi anak muda yang lebih sering membeli makanan siap saji dibanding memasak sendiri.

Di sisi lain, pendapatan tidak selalu ikut naik seiring kenaikan harga. Kondisi ini membuat banyak anak muda perlu mulai menyesuaikan gaya hidup, termasuk mengurangi pengeluaran tidak penting atau lebih selektif dalam melakukan self reward.

Fenomena ini juga berdampak pada kebiasaan sederhana seperti nongkrong, pesan kopi, atau sekadar healing singkat. Keinginan untuk menikmati hidup tetap ada, tetapi harus diimbangi dengan pengelolaan keuangan yang lebih bijak.

Pada akhirnya, kenaikan harga BBM dan LPG bukan hanya isu ekonomi, tetapi juga pengingat bahwa gaya hidup modern perlu lebih adaptif terhadap perubahan kondisi. Anak muda dituntut untuk tetap menikmati hidup, tanpa mengabaikan stabilitas finansial jangka panjang.

Ket. Foto: Ilustrasi anak muda pusing dengan harga bbm dan lpg yang semakin tinggi. — Sumber: Freepik
  • Dampak Harga BBM dan LPG Naik Bagi Anak Muda
  • Dampak Harga BBM dan LPG Naik

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.