10 Brand Streetwear Paling Berpengaruh di 2026 yang Wajib Diketahui
Sabtu, 18 Apr 2026, 12:00 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Selama tiga dekade terakhir, streetwear telah berkembang dari gerakan bawah tanah menjadi salah satu kekuatan paling berpengaruh dalam industri fashion global.
Awalnya berakar dari budaya skateboard, hip-hop, dan komunitas anak muda lokal, streetwear kini menjelma menjadi industri global yang memengaruhi rumah mode mewah hingga raksasa sportswear dunia.
Pada 2026, brand yang membentuk budaya streetwear tidak lagi hanya soal produk hype, tetapi juga tentang membangun komunitas, menyampaikan cerita budaya, dan menciptakan karya yang relevan jauh melampaui dunia fashion.
Dari pionir legendaris hingga label baru yang sedang naik daun, berikut 10 brand streetwear yang wajib diketahui di tahun 2026.
1. Supreme

Supreme yang didirikan di New York City pada 1994 oleh James Jebbia tetap menjadi salah satu brand streetwear paling ikonik sepanjang masa. Bermula dari toko skate kecil di Manhattan, Supreme kemudian berkembang menjadi standar baru dalam industri streetwear modern.
Supreme mempopulerkan konsep weekly limited drops yang menciptakan budaya antisipasi dan eksklusivitas, yang kemudian banyak diadopsi brand lain. Logo Box Logo yang sederhana namun ikonik menjadi salah satu item paling diburu dalam sejarah streetwear.
Selain pakaian, Supreme memperkuat relevansi budaya melalui kolaborasi dengan berbagai pihak seperti Nike, The North Face, hingga Louis Vuitton. Hingga kini, Supreme masih menjadi acuan dalam strategi rilis produk dan storytelling budaya streetwear.
2. Corteiz

Corteiz dari London menjadi salah satu brand streetwear paling disruptif di era modern. Didirikan oleh Clint Ogbenna, Corteiz membangun reputasi melalui strategi pemasaran tidak konvensional dan pendekatan berbasis komunitas.
Alih-alih iklan tradisional, Corteiz dikenal melalui event rahasia, drop tersembunyi, dan kampanye media sosial viral yang memperkuat loyalitas penggemarnya. Salah satu item ikoniknya adalah hoodie dengan logo Alcatraz yang melambangkan perlawanan terhadap sistem fashion konvensional.
Cargo pants, tracksuit, hingga kolaborasi dengan Nike turut memperkuat posisi Corteiz di panggung global.
3. Denim Tears

Denim Tears yang didirikan Tremaine Emory menghadirkan sisi lain streetwear yang lebih kultural dan historis. Brand ini dikenal dengan motif Cotton Wreath yang merefleksikan sejarah kapas di Amerika Serikat serta kaitannya dengan sejarah Afrika-Amerika.
Motif tersebut banyak diaplikasikan pada hoodie, denim, hingga kolaborasi dengan Leviâs. Denim Tears tidak hanya menjual produk, tetapi juga menghadirkan narasi tentang identitas, sejarah, dan seni melalui fashion.
4. Kith

Kith yang didirikan Ronnie Fieg berkembang menjadi salah satu brand streetwear dan lifestyle paling berpengaruh di dunia. Berawal dari butik sepatu kecil, Kith kini memiliki flagship store di berbagai kota besar seperti New York, Miami, Paris, hingga Tokyo.
Kith dikenal dengan perpaduan streetwear dan material premium serta desain yang lebih refined. Brand ini kerap berkolaborasi dengan Nike, Adidas, New Balance, BMW, hingga Coca-Cola.
5. Aimé Leon Dore

Aimé Leon Dore (ALD) berbasis New York dikenal dengan pendekatan yang menggabungkan streetwear dan menswear klasik. Didirikan oleh Teddy Santis, brand ini terinspirasi dari budaya Queens dan identitas multikultural New York.
Kolaborasi ALD dengan New Balance menjadi salah satu yang paling sukses di industri sneakers. Selain itu, ALD juga dikenal lewat varsity jacket, knitwear, dan siluet streetwear yang lebih rapi dan elegan.
6. Nude Project

Nude Project asal Spanyol berkembang pesat menjadi salah satu brand Gen-Z paling dikenal di Eropa. Berbasis kreativitas dan budaya anak muda, brand ini tumbuh melalui media sosial dan komunitas digital.
Koleksinya banyak menampilkan siluet santai, grafis bernuansa vintage, serta item basic seperti hoodie, sweatshirt, dan T-shirt.
7. Eme Studios

Eme Studios mewakili generasi baru streetwear Eropa dengan fokus pada identitas desain dan storytelling visual. Brand ini dikenal dengan estetika minimalis dan koleksi yang dikurasi secara detail.
Tidak seperti streetwear cepat berubah, Eme Studios menonjolkan desain yang lebih matang, branding halus, dan narasi musiman yang konsisten.
8. Scuffers

Scuffers dari Madrid merupakan bagian dari gelombang streetwear Eropa yang tumbuh melalui komunitas digital. Brand ini berfokus pada siluet oversized, grafis kuat, dan item streetwear kasual.
Popularitasnya terus meningkat di kalangan anak muda yang mencari brand independen dengan identitas kuat.
9. Caracas Merch

Caracas Merch adalah brand emerging yang lahir dari kreator Venezuela dan terinspirasi budaya diaspora. Brand ini menggabungkan identitas Venezuela, humor, dan budaya street dalam desain grafisnya.
Koleksi seperti Venezuelan Classics dan T-shirt dengan referensi bahasa serta simbol budaya berhasil membangun komunitas global secara online.
10. Trikko
Trikko juga merupakan brand yang berkembang dari skena streetwear Amerika Latin. Dikenal dengan desain grafis berani dan elemen budaya lokal, Trikko mencerminkan kreativitas fashion dari kawasan yang sebelumnya kurang terekspos di industri global.
Meski masih berkembang, Trikko menjadi simbol naiknya brand independen dari Amerika Latin ke panggung internasional.
Masa Depan Streetwear Global
Streetwear pada 2026 tidak lagi dibatasi oleh geografi. Brand kini muncul dari berbagai kota di dunia, membawa perspektif budaya dan identitas kreatif masing-masing ke dalam industri.
Dari pionir seperti Supreme hingga label baru berbasis komunitas, streetwear terus berevolusi menjadi salah satu kekuatan paling dinamis dalam fashion modern global.
- Brand Streetwear
- Desainer Brand Streetwear
Redaktur: Fitrya A Kusumah
Penulis: Fitrya A Kusumah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.