- Home
-
- Entertainment
-
- Terungkap Alasan Nyelene...
Terungkap Alasan Nyeleneh Coco Chanel Pilih Tinggal di Hotel Mewah hingga Wafat, Tertarik Coba?
Selasa, 14 Apr 2026, 08:30 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Tinggal di hotel mungkin terdengar seperti gaya hidup mewah yang hanya dinikmati sesekali. Namun bagi Coco Chanel, hal ini justru menjadi pilihan hidup permanen, bahkan hingga akhir hayatnya.
Pendiri rumah mode legendaris Chanel ini diketahui menghabiskan lebih dari 30 tahun hidupnya di Ritz Paris, sebuah hotel ikonik di jantung kota Paris. Keputusan ini bukan tanpa alasan, dan ternyata jauh dari sekadar soal kemewahan.
Dari Sekadar Menginap Jadi Rumah Sejati
Sejak 1920an, Chanel sudah mulai sering menginap di Ritz Paris. Lama-kelamaan, tempat ini bukan lagi sekadar hotel baginya. Ia bahkan menjulukinya Ma Maison atau rumahku.
Padahal, Chanel sebenarnya memiliki properti sendiri di 31 Rue Cambon, tidak jauh dari hotel tersebut. Bangunan tersebut digunakan sebagai butik, workshop, salon, hingga apartemen pribadi. Namun, uniknya, ia justru tidak menjadikannya sebagai tempat tinggal utama.
Apartemen Bukan untuk Ditinggali
Bagi Chanel, apartemennya lebih berfungsi sebagai ruang kerja dan tempat menerima tamu penting. Ia mendesainnya untuk mencerminkan identitas brand dan dunia profesionalnya, bukan sebagai ruang istirahat pribadi.
Di sinilah peran Ritz Paris menjadi penting. Hotel tersebut menawarkan kenyamanan yang tidak ia dapatkan dari propertinya sendiri.Â
Tinggal di hotel membuatnya terbebas dari urusan rumah tangga, mulai dari kebersihan, makanan, hingga logistik sehari-hari semuanya sudah ditangani oleh staf profesional.
Privasi dan Kendali di Tengah Popularitas
Sebagai ikon mode dunia, kehidupan Chanel selalu menjadi sorotan. Tinggal di hotel mewah seperti Ritz Paris memberinya tingkat privasi dan keamanan yang lebih tinggi dibandingkan rumah biasa.
Sejak sekitar 1935, Chanel semakin sering menetap di sana. Di tengah popularitasnya yang memuncak, hotel ini menjadi benteng yang melindunginya dari hiruk-pikuk publik.
Bayang-Bayang Perang dan Kisah Kontroversial
Kehidupan Chanel di Ritz Paris juga tidak lepas dari kontroversi. Saat Perang Dunia II berlangsung dan Paris berada di bawah pendudukan Jerman, ia tetap tinggal di hotel tersebut.
Beredar spekulasi Chanel saat itu tinggal bersama kekasihnya, Hans Gunther von Dincklage, yang disebut sebagai intelijen Jerman. Kisah ini menjadi salah satu bagian paling kontroversial dalam hidupnya.
Setelah perang usai, Chanel sempat pindah ke Swiss selama kurang lebih satu dekade. Namun pada tahun 1954, ia kembali ke Paris dan lagi-lagi memilih Ritz Paris sebagai tempat tinggalnya.
Hidup dan Wafat di Tempat yang Sama
Chanel benar-benar menjadikan hotel ini sebagai rumahnya hingga akhir hayat. Ia tinggal di sana sampai meninggal dunia pada 1971.
Menariknya, ia bahkan mendekorasi kamarnya sendiri dengan membawa furnitur dan barang-barang pribadi agar sesuai dengan seleranya. Sentuhan khas Chanel begitu terasa di setiap sudut ruangannya.
Untuk mengenang sosoknya, Ritz Paris kini menghadirkan The Coco Chanel Suite sebuah kamar mewah seluas 188 meter persegi yang dibuka untuk publik. Suite ini dilengkapi dua kamar tidur, ruang tamu elegan, serta pemandangan langsung ke Place Vendôme.
Namun, pengalaman menginap di kamar ini tentu tidak murah. Tarifnya mencapai sekitar 36.000 Euro per malam, atau setara ratusan juta rupiah.
Lebih dari Sekadar Kemewahan
Pilihan Coco Chanel untuk tinggal di hotel bukan sekadar simbol kemewahan, melainkan strategi hidup. Ia mengutamakan efisiensi, privasi, dan kenyamanan agar bisa fokus sepenuhnya pada karyanya.
Kisah ini membuktikan bagi seorang legenda, rumah bukan soal kepemilikan, melainkan tempat yang paling mendukung hidup dan visinya.
- Hotel
- alasan coco chanel tinggal di hotel
Redaktur: Alfina Febriyana
Penulis: Alfina Febriyana
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.