- Home
-
- Entertainment
-
- Klarifikasi Sabrina Carp...
Klarifikasi Sabrina Carpenter Dituduh Rasis Budaya Arab dan Islamofobia di Coachella 2026, Bukan Niat Jahat!
Minggu, 12 Apr 2026, 22:45 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Penampilan Sabrina Carpenter di panggung megah Coachella 2026 mendadak berubah jadi sorotan panas. Pelantun lagu Espresso tersebut dituding tidak sensitif secara budaya, bahkan sampai dicap Islamofobia, sebuah label serius yang langsung menyulut perdebatan luas di media sosial.
Semua bermula saat Sabrina tengah berada di atas panggung dan bersiap melanjutkan set berikutnya.Â
Di tengah suasana yang riuh, terdengar sorakan khas yang kemudian diketahui sebagai Zaghrouta, ekspresi tradisional dari budaya Arab. Namun, karena tidak mengenali suara tersebut, Sabrina justru mengira itu adalah teknik vokal yodel.
Dengan nada spontan, ia bertanya, âKamu lagi nge-yodel?â yang langsung dibalas penonton, âItu budaya kami!â Alih-alih langsung memahami, Sabrina merespons dengan gaya sarkastik, âItu budayamu?â sebelum melanjutkan pertunjukan seperti biasa.
Sayangnya, potongan video singkat dari interaksi tersebut langsung viral. Banyak yang menilai reaksinya terdengar meremehkan budaya tertentu. Kritik pun berdatangan, mulai dari tudingan tidak peka hingga label Islamofobia yang membuat situasi semakin panas.
Tak butuh waktu lama, Sabrina akhirnya angkat bicara melalui platform X. Dalam klarifikasinya, ia mengakui kekeliruannya dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada publik.
âMaafkan saya, saya tidak melihat orangnya secara langsung dan tidak bisa mendengar dengan jelas,â tulisnya.Â
Ia menegaskan reaksinya murni karena kebingungan, bukan niat untuk merendahkan budaya mana pun.Â
âSeharusnya saya bisa menangani situasi itu dengan lebih baik,â tambahnya.
Lebih lanjut, Sabrina menunjukkan sikap terbuka untuk belajar. Ia mengaku kini memahami apa itu Zaghrouta, sebuah bentuk ekspresi kegembiraan yang dilakukan dengan getaran lidah cepat, menghasilkan suara tinggi yang khas.Â
Tradisi ini sudah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Arab lintas agama, digunakan dalam berbagai perayaan, baik oleh komunitas Muslim maupun Kristen.
Menariknya, alih-alih defensif, Sabrina justru mengundang penggemarnya untuk terus mengekspresikan diri di konsernya, termasuk dengan sorakan khas budaya masing-masing.Â
âSekarang aku tahu apa itu Zaghrouta! Aku menyambut semua sorakan mulai sekarang,â ujarnya.
Respons cepat dan sikap rendah hati ini pun mulai meredakan situasi. Banyak penggemar yang akhirnya memberikan dukungan, menilai bahwa ketidaktahuan tidak selalu berarti kebencian.Â
Kejujuran Sabrina dianggap sebagai langkah penting dalam menjaga hubungan dengan basis penggemar global yang semakin beragam.
- Coachella
- Coachella 2026
Redaktur: Alfina Febriyana
Penulis: Alfina Febriyana
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.