Mengenal Ablasio Retina, Penyakit Mata Serius yang Diduga Pernah Dialami Veri AFI hingga Harus Operasi

Rabu, 01 Apr 2026, 19:45 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kondisi kesehatan mata menjadi salah satu aspek penting yang sering kali kurang mendapat perhatian, hingga muncul gangguan serius seperti ablasio retina.

Penyakit ini juga sempat menjadi sorotan setelah dikaitkan dengan kondisi yang diduga pernah dialami oleh Veri AFI hingga ia harus menjalani tindakan operasi.

Ket. Foto: ilustrasi kesehatan mata terganggu — Sumber: Freepik.com

Gejala dan Penyebab

Ablasio retina adalah kondisi medis ketika retina, yaitu lapisan tipis di bagian belakang mata yang berfungsi menangkap cahaya dan mengirimkan sinyal ke otak, terlepas dari jaringan pendukungnya.

Ketika retina terlepas, suplai oksigen dan nutrisi akan terganggu. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan permanen hingga kehilangan penglihatan.

Gejala ablasio retina sering kali muncul secara tiba-tiba. Beberapa tanda yang umum dirasakan antara lain munculnya kilatan cahaya (seperti melihat petir), meningkatnya jumlah floaters atau bayangan kecil yang melayang di penglihatan, serta sensasi seperti ada tirai gelap yang menutupi sebagian bidang pandang.

Dalam banyak kasus, gejala ini tidak disertai rasa nyeri, sehingga kerap diabaikan oleh penderitanya.

Penyebab ablasio retina bisa beragam. Faktor penuaan menjadi salah satu penyebab paling umum, di mana cairan vitreous di dalam mata mengalami perubahan dan dapat menarik retina hingga terlepas.

Selain itu, cedera pada mata, komplikasi dari penyakit seperti diabetes, atau riwayat operasi mata sebelumnya juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kondisi ini.

Penanganan

Penanganan ablasio retina hampir selalu memerlukan tindakan medis, dan dalam banyak kasus, operasi menjadi pilihan utama.

Jenis operasi yang dilakukan dapat berbeda tergantung tingkat keparahan, mulai dari prosedur sederhana seperti laser hingga operasi yang lebih kompleks untuk menempelkan kembali retina ke posisi semula.

Waktu penanganan menjadi faktor krusial, karena semakin cepat ditangani, semakin besar peluang untuk memulihkan fungsi penglihatan.

Kasus yang diduga dialami oleh Veri menjadi pengingat bahwa penyakit ini tidak boleh dianggap sepele. Setelah menjalani operasi, pasien biasanya membutuhkan masa pemulihan yang tidak singkat.

ktivitas sehari-hari harus dibatasi, dan posisi kepala terkadang perlu dijaga dalam kondisi tertentu agar proses penyembuhan berjalan optimal.

Pencegahan ablasio retina memang tidak selalu dapat dilakukan sepenuhnya, namun risiko dapat diminimalkan dengan menjaga kesehatan mata secara rutin.

Pemeriksaan mata berkala, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko, sangat dianjurkan. Selain itu, melindungi mata dari cedera dan mengontrol penyakit yang dapat memengaruhi kesehatan mata juga menjadi langkah penting.

Memahami ablasio retina bukan hanya penting bagi mereka yang pernah mengalaminya, tetapi juga bagi masyarakat luas. Kesadaran terhadap gejala awal dapat membantu seseorang mendapatkan penanganan lebih cepat dan menghindari komplikasi yang lebih serius.

Melalui kasus yang dikaitkan dengan Veri, publik diingatkan bahwa kesehatan adalah hal yang tidak bisa ditunda.

Penanganan tepat waktu dan kesadaran terhadap kondisi tubuh menjadi kunci utama untuk menjaga kualitas hidup, termasuk dalam hal penglihatan yang sangat vital bagi aktivitas sehari-hari.*

  • Veri AFI
  • Ablasio Retina

Redaktur: Weti Aprianti

Penulis: Weti Aprianti

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.