Netizen Geger! Marapthon Live Stream Dinilai Normalisasi Kehidupan Malam untuk ABG

Minggu, 29 Mar 2026, 19:15 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Tayangan live stream Marapthon tengah menjadi sorotan warganet, terutama setelah media sosial diramaikan dengan candaan pasangan “Furab” alias Fuji dan Reza Arap. Meski demikian, publik juga menyoroti kualitas konten yang disajikan dalam program tersebut.

Musim terakhir Marapthon yang bertajuk The Last Tale memperlihatkan kehidupan grup AAA Clan selama 100 hari secara live streaming nonstop. Program ini diinisiasi oleh Reza Arap Oktovian bersama Tierison, Yukatheo, Cynthia, dan Garry Ang. Acara ini juga diramaikan dengan kehadiran Niko Junius, Aloy, Bravy, Ibot, dan Tepe.

Ket. Foto: Marapthon Live Stream — Sumber: Instagram

Marapthon menyajikan berbagai aktivitas dan permainan yang tak terduga. Para host kerap menghadirkan kegiatan yang mengundang reaksi kocak dari para anggota maupun penonton.

Salah satu prank yang menjadi sorotan adalah ketika member AAA Clan dibangunkan dari tidur dengan bisingnya pertunjukan barongsai di rumah hingga pertunjukan tarung wushu.

Selain itu, Marapthon juga mengundang sejumlah bintang tamu, mulai dari kreator konten hingga musisi ternama. Baru-baru ini, acara tersebut kedatangan Erika Carlina, Rachel Vennya, dan Fuji An pada Rabu (25/3) atau hari ke-46.

Menampilkan Sekilas Kehidupan Malam Jakarta

Kehadiran para influencer ini diwarnai pesta eksklusif di malam hari. Ruang tengah mereka disulap menjadi lantai dansa dengan musik Timur yang mengalun melalui pengeras suara. Pencahayaan remang-remang dan lampu kelap-kelip memperkuat nuansa kelab malam.

Yuka dan Erika tampak berdiri di belakang sofa sambil berdansa mengikuti alunan musik, sementara Ibot dan Bravy mengutak-atik peralatan DJ. Garry, Aloy, Fuji, Rachel, dan Reza Arap terlihat bersantai di sofa utama.

Di hadapan mereka terlihat banyak bungkus makanan, rokok, serta kaleng minuman yang diduga mengandung alkohol. Mereka sesekali mengangkat gelas kaca seolah bersulang sebelum menenggak isi minuman tersebut. Tayangan itu seolah memberi audiens sekilas pandang tentang kehidupan malam ibu kota.

Netizen Pertanyakan Tujuan Konten

Pengguna platform Threads, @iduy_________, mengunggah potongan klip Marapthon tersebut dan menyoroti kualitas hiburan yang mencerminkan audiensnya. “Kualitas sebuah hiburan itu selalu sejalan dengan gimana kualitas SDM penikmatnya,” tulis Iduy.

Kolom komentar pun ramai mengkritik grup ini yang menormalisasi kehidupan malam, terutama jika target penonton adalah remaja dan dewasa muda.

Akun @sydihsan_ menulis, “…yang sangat disayangkan adalah perbuatan mereka ini dianggap normal dan lumrah, sehingga berani diposting bahkan disiarkan secara langsung tanpa ada yang menegur. Saya takut bagaimana nanti anak muda kita akan terpengaruh.”

Akun @adhiwbwo menambahkan bahwa pertunjukan kegiatan mereka dapat memengaruhi standar “bergaul” anak muda yang menonton.

Konsep Maraton Streaming

Sebagai informasi, konsep live streaming nonstop bukan hal baru. Ide subscription marathon pertama kali dicetuskan YouTuber AS Ludwig Ahgren selama 31 hari di YouTube dan Twitch.

Konsep ini kemudian diadaptasi oleh berbagai kreator populer lainnya, termasuk Kai Cenat yang tahun lalu mengadakan Mafiathon Season 3 dan menjadi streamer pertama yang mendapat 1 juta subscriber baru selama maraton berlangsung.

Dengan konsep yang terus menarik perhatian, Marapthon berhasil menjadi perbincangan hangat, meski sekaligus memunculkan perdebatan terkait dampak konten bagi audiens muda.

  • Marapthon Season 3
  • Marapthon Live Stream

Redaktur: Fitrya A Kusumah

Penulis: Fitrya A Kusumah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.