Lewat Pakistan, Donald Trump Tawarkan Gencatan Senjata kepada Iran
Kamis, 26 Mar 2026, 09:47 WIBWASHINGTON-Melalui Pakistan sebagai perantara, tetiba Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menawarkan gencatan senjata 15 poin kepada Iran untuk mengakhiri perang.
Informasi mengenai tawaran gencatan senjata tersebut dilansir Kantor berita Reuters dan Associated Press, pada Rabu (25/3), setelahdiberitakan pertama kali oleh media terkemuka AS, New York Times (NYT). NYT sendiri mengutip dua sumber pejabat AS, yang mengetahui garis besar proposal Washington tersebut.
Dalam laporannya, NYT menyebutkan bahwa tawaran gencatan senjata 15 poin dari AS itu telah disampaikan kepada para pejabat Iran, melalui Pakistan. Islamabad sendiri disebut telah menawarkan diri sebagai tuan rumah untuk negosiasi ulang antara Washington dan Teheran.
Laporan televisi Israel, Channel 12, yang mengutip tiga sumber, menyebutkan bahwa AS mengupayakan gencatan senjata selama sebulan untuk membahas rencana 15 poin tersebut.
Laporan media Israel juga menyebut bahwa rencana gencatan senjata dari AS itu mencakup pembongkaran program nuklir Iran, penghentian dukungan untuk kelompok proxy, dan pembukaan kembali Selat Hormuz.
AS, dan Israel, terlibat pertempuran melawan Iran sejak 28 Februari lalu, yang diawali oleh serangan gabungan skala besar oleh Washington dan Tel Aviv terhadap Teheran. Iran membalas dengan gelombang serangan rudal dan drone terhadap target-target di Israel dan negara-negara Teluk yang menjadi pangkalan militer AS.
Kantor Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu belum memberikan tanggapannya. Disebutkan Associated Press bahwa sejumlah pejabat Israel, yang menganjurkan Trump untuk melanjutkan perang melawan Iran, merasa terkejut dengan langkah AS menawarkan gencatan senjata kepada Iran.
Gedung Putih juga belum menanggapi laporan-laporan media tersebut.
Namun baru-baru ini, Trump membahas kemungkinan kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri perang yang berkecamuk empat pekan terakhir. Pada Selasa (24/3), Trump mengklaim AS mencapai kemajuan dalam upaya menegosiasikan diakhirinya perang dengan Iran, termasuk memenangkan konsesi penting dari Teheran.
Kepada wartawan di Gedung Putih, Trump mengatakan sedang berdialog dengan "orang-orang yang tepat" di Iran untuk mencapai kesepakatan guna mengakhiri pertempuran. Dia menambahkan bahwa Teheran sangat ingin mencapai kesepakatan.
âKami sedang dalam negosiasi saat ini,â sebut Trump.
Dua Kali Gagal
Sementara itu, pihak Iran kepada sejumlah negara mediator menyatakan tidak mempercayai AS dengan merujuk pengalaman sebelumnya, seperti dilaporkan portal Axios mengutip sumber terkait.
Menurut laporan tersebut, perundingan antara AS dan Iran telah dua kali gagal. Pada Juni, Israel dengan dukungan Presiden AS Donald Trump menyerang Iran menjelang putaran pembicaraan, sementara pada Februari, AS dan Israel melancarkan operasi setelah tercapai kesepakatan awal terkait isu nuklir.
âKami tidak ingin tertipu lagi,â kata salah satu sumber seperti dikutip Axios.
Iran juga disebut telah menyampaikan kepada otoritas Pakistan, Mesir, dan Turki bahwa peningkatan kehadiran militer AS di kawasan semakin memperkuat kekhawatiran Teheran bahwa tawaran perundingan damai dari Trump mungkin hanya strategi.
Pada Selasa, Trump mengatakan telah menunjuk Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Wakil Presiden JD Vance, utusan khusus Steve Witkoff, serta menantunya Jared Kushner sebagai tim negosiasi AS dengan Iran. Ia menambahkan proses negosiasi kembali dilanjutkan pada Minggu dan menunjukkan keseriusan Teheran untuk mencari penyelesaian konflik.
Namun, pada Senin, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyangkal pernyataan Trump dan menyatakan negaranya belum menggelar pembicaraan dengan AS dan menilai adanya berita palsu yang digunakan untuk memengaruhi pasar.ers/YK/Ant/E-9
- perang AS-Iran
Redaktur: Diapari S
Penulis: Diapari S
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.