- Home
-
- Entertainment
-
- Paapa Essiedu Diteror An...
Paapa Essiedu Diteror Ancaman Pembunuhan Usai Jadi Severus Snape, Fans Toxic Sudah Kelewatan?
Rabu, 25 Mar 2026, 10:30 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Aktor berbakat asal Inggris, Paapa Essiedu, mengungkap pengalaman kelam yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Setelah diumumkan memerankan karakter ikonik Severus Snape dalam serial terbaru Harry Potter, Paapa Essiedu justru dihantam gelombang kebencian, bahkan hingga ancaman pembunuhan.
Bukan sekadar kritik biasa, Paapa Essiedu mengaku menerima pesan mengerikan dari oknum yang tak terima dirinya memerankan sosok guru misterius tersebut. Banyak yang mempermasalahkan penampilannya, terutama karena karakter Snape selama ini dikenal berkulit pucat, sementara Paapa memiliki kulit gelap. Perdebatan ini pun memicu reaksi ekstrem dari sebagian fans.
âAku pernah diancam, âBerhenti, atau aku akan membunuhmuâ,â ungkapnya dalam sebuah wawancara. Pernyataan itu bukan sekadar dramatisasi, melainkan realita pahit yang ia alami sejak pengumuman casting dilakukan.
Tak berhenti di situ, teror tersebut juga membanjiri media sosialnya. Setiap kali membuka Instagram, Paapa Essiedu harus menghadapi komentar bernada kebencian hingga ancaman serius. Bahkan ada yang mengaku akan datang langsung ke rumahnya untuk mencelakainya. Meski ia mencoba meyakinkan diri bahwa ancaman tersebut hanyalah gertakan, dampaknya terhadap mentalnya tidak bisa diabaikan.
âAku tahu kemungkinan itu kecil, tapi tetap saja⦠itu memengaruhi perasaanku,â ujarnya jujur.
Situasi ini memicu diskusi luas tentang batas antara kritik dan perundungan. Paapa Essiedu menyayangkan seseorang bisa diserang habis-habisan hanya karena menjalankan pekerjaannya sebagai aktor. Ia menegaskan tidak seharusnya siapa pun menerima perlakuan seperti ini, terlebih dalam industri hiburan.
Banyak pihak menyarankan agar ia rehat dari media sosial demi menjaga kesehatan mental. Namun, Paapa Essiedu menilai itu bukan solusi jangka panjang. Baginya, masalah utama bukan pada dirinya yang membaca komentar, melainkan pada budaya toxic yang terus berkembang di dunia digital.
âMeski aku mengabaikannya, itu tidak berarti hal tersebut tidak terjadi,â katanya.
Menariknya, alih-alih mundur, tekanan ini justru membakar semangat Paapa Essiedu untuk membuktikan kemampuannya. Ia tetap teguh melangkah maju dalam proyek besar adaptasi karya J.K. Rowling tersebut, seolah ingin menjawab semua keraguan dengan kualitas aktingnya.
- Harry Potter
- Bullying
Redaktur: Alfina Febriyana
Penulis: Alfina Febriyana
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.