Jatuh Hati Saat Lebaran, Amankah Menikah dengan Sepupu? Ini Tinjauan Medisnya
Senin, 23 Mar 2026, 11:00 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COMÂ - Momen Lebaran yang mempertemukan keluarga besar tak jarang memunculkan rasa suka di antara sepupu. Bahkan, di beberapa budaya, pernikahan dengan sepupu dianggap sebagai cara untuk menjaga kedekatan hubungan keluarga.
Namun jika dilihat dari sisi medis, ada sejumlah risiko kesehatan yang perlu dipertimbangkan secara serius sebelum memutuskan untuk menikah.
Risiko Genetik dan Cacat Lahir
Salah satu perhatian utama dalam pernikahan antar kerabat dekat (konsanguinitas) adalah kemiripan DNA. Studi yang dilaporkan oleh The Guardian menyebutkan bahwa pernikahan sepupu pertama dapat meningkatkan risiko bayi lahir dengan kelainan bawaan hingga dua kali lipat. Bahkan di beberapa komunitas, kondisi ini menyumbang sekitar 31% kasus cacat lahir.
Hal ini terjadi karena setiap manusia membawa gen resesif yang bisa menyimpan potensi penyakit. Jika menikah dengan orang yang tidak memiliki hubungan darah, kemungkinan membawa gen rusak yang sama relatif kecil. Sebaliknya, menikah dengan kerabat dekat meningkatkan peluang kedua pasangan menjadi pembawa gen yang sama.
Dampak Tumpang Tindih DNA
Mengutip Popular Science, sepupu pertama memiliki kesamaan sekitar 12,5% DNA. Dalam kondisi normal, gen sehat dari salah satu orang tua bisa âmenutupiâ gen bermasalah dari pasangan.
Namun jika kedua orang tua memiliki DNA yang terlalu mirip, anak berisiko tidak memiliki cadangan gen sehat. Akibatnya, beberapa risiko yang bisa muncul antara lain:
- Sistem imun yang lebih lemah
- Rentan terhadap penyakit tertentu
- Munculnya penyakit genetik resesif yang sebelumnya tersembunyi
Secara statistik, sekitar 4â7% anak dari pasangan sepupu pertama berisiko mengalami cacat lahir, dibandingkan sekitar 3% pada pasangan tanpa hubungan darah.
Semakin Jauh Hubungan, Semakin Rendah Risiko
Penting dipahami bahwa menikah dengan sepupu tidak otomatis membuat anak terlahir dengan masalah kesehatan. Banyak juga pasangan sepupu yang memiliki keturunan sehat.
Namun, risiko bisa meningkat jika praktik ini terjadi terus-menerus dalam beberapa generasi (pernikahan berantai dalam keluarga).
Kabar baiknya, risiko tersebut akan menurun seiring dengan semakin jauhnya hubungan kekerabatan:
- Sepupu kedua: sekitar 6,25% kesamaan DNA
- Sepupu ketiga: sekitar 3%
- Sepupu jauh (misalnya generasi ketujuh): umumnya sudah dianggap minim risiko secara medis
- lebaran
- Amankah Menikah dengan Sepupu
Redaktur: Afifa Khoirunnisa
Penulis: Afifa Khoirunnisa
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.