Sudah Bersih Tapi Vagina Tetap Gatal? Awas Ini Penyebab Tersembunyi yang Sering Diabaikan
Rabu, 18 Mar 2026, 13:15 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Banyak perempuan merasa bingung saat mengalami vagina gatal meski sudah menjaga kebersihan dengan baik. Rasa tidak nyaman ini bahkan sering disertai sensasi terbakar yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Faktanya, kondisi ini tidak selalu berkaitan dengan kebersihan, melainkan dipicu berbagai faktor yang sering tidak disadari.
Berikut penyebab umum hingga tersembunyi yang perlu Cantiks waspadai!
1. Infeksi Jamur yang Sering Terjadi
Salah satu penyebab paling umum adalah infeksi jamur, terutama Candida. Jamur ini sebenarnya hidup alami di area vagina, tetapi bisa berkembang berlebihan saat keseimbangan terganggu, sehingga menimbulkan rasa gatal dan iritasi.
2. Bacterial Vaginosis (BV)
Selain jamur, BV juga sering menjadi penyebab utama. Kondisi ini terjadi akibat ketidakseimbangan bakteri baik dan buruk di vagina, yang bisa memicu bau tidak sedap, keputihan, dan rasa gatal.
3. Dermatitis Kontak
Reaksi alergi atau iritasi akibat produk tertentu seperti sabun, deterjen, pembalut, atau tisu kewanitaan juga bisa menyebabkan gatal. Jika Cantiks baru mengganti produk, ini bisa jadi pemicunya.
4. Infeksi Menular Seksual
Beberapa Infeksi Menular Seksual juga bisa memicu gatal pada vagina. Kondisi ini biasanya memerlukan pemeriksaan medis untuk diagnosis yang tepat.
5. Pengaruh Diabetes
Kadar gula darah tinggi dapat memicu pertumbuhan jamur lebih cepat. Bahkan, urine dengan kandungan glukosa tinggi bisa menjadi âmedia suburâ bagi jamur berkembang.
6. Efek Samping Antibiotik
Penggunaan antibiotik dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik seperti Lactobacillus. Akibatnya, jamur lebih mudah tumbuh dan menyebabkan infeksi.
7. Sistem Imun Menurun
Saat daya tahan tubuh melemah, tubuh lebih rentan terhadap infeksi, termasuk di area kewanitaan. Ini juga bisa memengaruhi keseimbangan pH alami vagina.
8. Kontrasepsi Hormonal
Beberapa alat kontrasepsi dapat menurunkan kadar hormon estrogen. Perubahan ini bisa memicu ketidakseimbangan yang berujung pada infeksi dan rasa gatal.
9. Menjelang Menopause
Perempuan yang mendekati menopause juga berisiko mengalami gatal akibat penurunan estrogen, yang memengaruhi kondisi alami vagina.
Cara Mencegah Vagina Gatal
Untuk mengurangi risiko, Cantiks bisa melakukan beberapa langkah sederhana:
- Gunakan sabun tanpa pewangi dan cukup bersihkan bagian luar vagina
- Hindari pakaian dalam terlalu ketat dan pilih bahan yang menyerap keringat
- Segera ganti pakaian basah atau lembap
- Konsumsi probiotik untuk menjaga keseimbangan bakteri baik
- Hindari penggunaan produk kewanitaan dengan bahan kimia keras
Meski terlihat sepele, vagina gatal bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius. Jika rasa gatal tidak kunjung hilang atau disertai gejala lain, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
- vagina gatal
- infeksi jamur
Redaktur: Alfina Febriyana
Penulis: Alfina Febriyana
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.