Mengapa Inara Rusli Sempat Tak Mau Minta Maaf? Kuasa Hukum Bongkar Faktanya

Rabu, 18 Mar 2026, 17:15 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kuasa hukum Daru Quthny memberikan penjelasan terkait langkah kliennya, Inara Rusli, yang baru-baru ini menyampaikan permintaan maaf terbuka melalui Instagram.

Pernyataan tersebut menarik perhatian publik karena ditujukan kepada sejumlah pihak, termasuk Insanul Fahmi dan Wardatina Mawa, beserta keluarga besar masing-masing.

Ket. Foto: — Sumber: Instagram/@mommy_starla

Menurut Daru, langkah yang diambil Inara bukanlah sesuatu yang perlu diperdebatkan secara berlebihan. Ia menegaskan bahwa konteks waktu menjadi hal penting untuk dipahami dalam melihat keputusan tersebut.

Menjelang Hari Raya Idulfitri, tradisi saling memaafkan memang sudah menjadi bagian yang melekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya di bulan Ramadan.

“Pertama kita bicara momen. Menjelang Lebaran, apalagi di bulan Ramadan, wajar jika kita saling meminta maaf,” ujar Daru dalam keterangannya. 

Daru juga menambahkan bahwa Inara ingin menutup berbagai dinamika yang sempat terjadi dengan cara yang lebih baik. Dalam situasi yang kerap disorot publik, langkah untuk membuka ruang rekonsiliasi dianggap sebagai bentuk kedewasaan sikap.

Permintaan maaf tersebut, menurutnya, bukan hanya untuk individu tertentu, melainkan juga sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai kebersamaan dan kekeluargaan.

Inara Rusli Minta Maaf ke Mawa

Sementara itu, dalam pernyataannya sendiri, Inara menyampaikan permohonan maaf dengan nada yang tulus dan terbuka. Ia tidak hanya menyebut nama pihak-pihak terkait, tetapi juga mengikutsertakan keluarga besar mereka sebagai bagian dari permohonan maaf tersebut.

“Aku juga ingin menyampaikan permohonan maaf kepada Insanul beserta keluarga besar, dan juga Mawa beserta keluarga besar,” kata Inara.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa ia berupaya menjangkau semua pihak yang mungkin terdampak, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Langkah ini pun dinilai sebagai upaya meredakan ketegangan yang mungkin pernah muncul di ruang publik. Dalam era media sosial yang serba cepat, setiap pernyataan publik memiliki dampak yang luas. Oleh karena itu, pendekatan yang lebih menenangkan seperti permintaan maaf terbuka bisa menjadi cara efektif untuk membangun kembali komunikasi yang lebih sehat.

Terlepas dari berbagai spekulasi yang berkembang, Daru menekankan bahwa fokus utama kliennya adalah menyambut momen Lebaran dengan hati yang lebih lapang. Ia berharap publik dapat melihat langkah ini sebagai bagian dari proses pribadi yang wajar, bukan sekadar isu sensasional.

Dengan demikian, permintaan maaf yang disampaikan Inara dapat dipahami sebagai refleksi dari nilai-nilai yang dijunjung tinggi dalam budaya Indonesia—yakni saling memaafkan, memperbaiki hubungan, dan membuka lembaran baru menjelang hari yang fitri.*

  • Inara Rusli minta maaf ke mawa

Redaktur: Weti Aprianti

Penulis: Weti Aprianti

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.