Voice of Baceprot: Trio Metal Hijaber dari Garut yang Menggema hingga Panggung Dunia

Selasa, 17 Mar 2026, 11:00 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Nama Voice of Baceprot semakin dikenal di kancah musik dunia sebagai salah satu band metal paling unik yang lahir dari Indonesia. Trio perempuan berhijab asal Garut, Jawa Barat ini membuktikan bahwa musik keras tidak mengenal batas identitas, latar belakang, maupun budaya.

Dengan energi panggung yang kuat serta pesan sosial yang berani, Voice of Baceprot, sering disingkat VoB, menjadi simbol generasi muda yang berani bersuara.

Ket. Foto: — Sumber: Instagram/@VoiceofBaceprot

Profil

Band ini resmi terbentuk pada 14 Februari 2014 di Kecamatan Singajaya, Garut. Nama “Baceprot” sendiri berasal dari bahasa Sunda yang memiliki arti “bising”, “berisik”, atau “banyak bicara”. Makna tersebut sengaja dipilih untuk menggambarkan karakter musik metal yang keras sekaligus sikap vokal mereka dalam menyampaikan kritik sosial melalui lirik lagu.

Voice of Baceprot beranggotakan tiga musisi muda berbakat, yaitu Firdda Marsya Kurnia sebagai vokalis dan gitaris utama, Widi Rahmawati sebagai pemain bass, serta Euis Siti Aisyah yang mengisi posisi drum.

Marsya lahir pada 27 Juni 2000, sementara Sitti lahir pada 17 Agustus 2000. Ketiganya telah menunjukkan ketertarikan pada seni sejak masih duduk di bangku sekolah.

Awal Karier

Awal perjalanan band ini berakar dari kegiatan ekstrakurikuler teater di MTs Al-Baqiyatussolihat, sebuah sekolah berbasis pesantren di Garut. Di sanalah mereka bertemu dengan guru sekaligus mentor mereka, Erza Eka Susila Satia yang akrab dipanggil Abah.

Melalui bimbingannya, ketiga remaja tersebut diperkenalkan pada berbagai genre musik, termasuk metal yang kemudian menjadi identitas mereka.

Perjalanan menuju pengakuan tidak selalu mulus. Pada awal kemunculannya, VoB sempat menghadapi kritik dan penolakan dari sebagian masyarakat yang menganggap musik metal tidak selaras dengan citra perempuan berhijab. Namun alih-alih mundur, mereka memilih untuk terus berkarya dan menjadikan kritik tersebut sebagai bahan bakar semangat.

Tahun 2018 menjadi titik penting dalam karier mereka ketika merilis single perdana berjudul “School Revolution”. Lagu tersebut memperkenalkan gaya musik VoB yang memadukan heavy metal dengan unsur funk dan hip hop.

Liriknya pun sarat dengan pesan kritik sosial, mulai dari isu pendidikan hingga kebebasan berekspresi.

Prestasi dan Pencapaian

Popularitas Voice of Baceprot kemudian melesat hingga ke panggung internasional. Pada 2021 mereka menggelar tur Eropa bertajuk Fight, Dream, Believe, yang membawa nama band ini ke berbagai kota di benua tersebut.

Kesuksesan itu berlanjut dengan Retas: American Tour 2023 di Amerika Serikat, memperluas jangkauan penggemar mereka di pasar global.

Prestasi mereka juga mendapat pengakuan dari berbagai institusi dunia. VoB masuk dalam daftar 100 Women versi BBC pada 2021, sebuah penghargaan yang menyoroti perempuan inspiratif dari berbagai bidang.

Pada 2024, mereka kembali mencatat pencapaian penting dengan masuk dalam daftar 30 Under 30 Asia yang dirilis oleh Forbes.

Selain itu, band ini juga tampil di sejumlah festival musik bergengsi dunia seperti Wacken Open Air pada 2022 dan festival legendaris Glastonbury Festival. Kehadiran mereka di panggung tersebut menegaskan posisi VoB sebagai salah satu representasi musik metal Asia yang diperhitungkan.

Melalui album debut mereka Retas yang dirilis pada 2023, Voice of Baceprot semakin mempertegas identitas musikalnya. Dengan perpaduan musik keras dan pesan sosial yang kuat, VoB berhasil mendobrak stigma sekaligus membuktikan bahwa perempuan berhijab juga dapat berkarya dan bersinar di panggung musik metal dunia.*

  • Voice of Baceprot

Redaktur: Weti Aprianti

Penulis: Weti Aprianti

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.