THR Masuk Surat Resign Meluncur, Fenomena Pengunduran Diri Massal Usai Lebaran Kembali Terulang

Selasa, 17 Mar 2026, 12:30 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Setiap tahun setelah perayaan Lebaran, pasar tenaga kerja di Indonesia seolah memasuki fase yang sama: banyak karyawan tiba-tiba mengajukan pengunduran diri dari perusahaan tempat mereka bekerja. Fenomena ini bahkan sering disebut sebagai tradisi tahunan di dunia kerja, terutama setelah pencairan Tunjangan Hari Raya atau THR.

Bagi sebagian pekerja, THR bukan hanya bonus untuk merayakan Lebaran, tetapi juga menjadi momentum strategis sebelum mengambil keputusan besar dalam karier, termasuk berpindah tempat kerja.

1. Resign Setelah Lebaran Bukan Fenomena Baru

Praktisi dan konsultan sumber daya manusia Audi Lumbantoruan menilai tren resign setelah Lebaran sudah berlangsung lama dan hampir selalu terulang setiap tahun.

Menurutnya, fenomena ini bahkan berpotensi meningkat dalam kondisi ekonomi yang membuat banyak perusahaan melakukan efisiensi. Ketika perusahaan memperketat pengeluaran, sebagian karyawan justru terdorong untuk mencari peluang kerja baru yang dianggap lebih menjanjikan.

Banyak pekerja sebenarnya sudah memiliki rencana untuk mengundurkan diri jauh sebelum Lebaran. Namun mereka memilih menunda keputusan tersebut hingga THR diterima, sehingga secara finansial tetap mendapatkan hak tambahan sebelum meninggalkan perusahaan.

Akibatnya, pengajuan resign sering kali menumpuk pada periode menjelang atau sesudah Lebaran. Kondisi ini kemudian terlihat seperti gelombang pengunduran diri secara bersamaan.

2. THR dan Bonus Jadi Faktor Utama

Ket. Foto: Ilustrasi resign. — Sumber: Istimewa

Pendapat serupa juga disampaikan oleh praktisi HR sekaligus Ketua Ikatan SDM Profesional Indonesia, Ivan Taufiza.

Ia menjelaskan tren resign di sekitar momen Lebaran masih cukup tinggi dan tidak menunjukkan penurunan signifikan dari tahun ke tahun. Banyak karyawan memilih menunggu hingga perusahaan mencairkan THR atau bonus tahunan sebelum benar-benar keluar dari pekerjaan.

Di sejumlah perusahaan, bonus biasanya dibayarkan pada akhir Maret hingga April. Hal ini membuat banyak pekerja menunda keputusan resign agar tetap mendapatkan manfaat finansial tersebut terlebih dahulu.

Dengan kata lain, keputusan pindah kerja sering kali bukan keputusan mendadak, melainkan strategi yang sudah dipikirkan sebelumnya.

3. Perusahaan Bersiap Cari Pengganti

Fenomena resign setelah Lebaran juga berdampak langsung pada aktivitas rekrutmen perusahaan. Ketika sejumlah karyawan keluar dalam waktu berdekatan, perusahaan harus segera membuka lowongan untuk mengisi posisi yang kosong.

Akibatnya, periode setelah Lebaran sering menjadi masa yang cukup sibuk bagi tim HR dan perusahaan rekrutmen. Banyak organisasi mulai aktif mencari kandidat baru, sementara para pencari kerja memanfaatkan momentum tersebut untuk melamar pekerjaan.

Situasi ini membuat pasar tenaga kerja menjadi lebih dinamis setelah Lebaran, dengan meningkatnya pergerakan karyawan dari satu perusahaan ke perusahaan lain.

4. Antara Strategi Finansial dan Mindset Karier

Meski dianggap sebagai strategi finansial yang wajar, sebagian praktisi HR menilai keputusan menunda resign hanya demi THR bisa menjadi bagian dari pola pikir yang kurang tepat jika tidak dibarengi perencanaan karier yang matang.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan kondisi bisnis yang berubah cepat, keputusan pindah kerja idealnya tidak hanya didorong oleh keuntungan jangka pendek, tetapi juga oleh peluang pengembangan karier yang lebih jelas.

Namun satu hal yang pasti, selama THR masih menjadi bagian penting dari budaya kerja di Indonesia, fenomena resign setelah Lebaran tampaknya akan terus menjadi ritual tahunan di dunia profesional. 

  • thr
  • resign

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.