Comeback BTS Picu Kontroversi! 14.700 Personel Dikerahkan, Warga Korea Protes Pajak Dipakai untuk Konser

Senin, 16 Mar 2026, 11:45 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Rencana konser comeback grup KPop global BTS di kawasan Gwanghwamun, Seoul memicu perdebatan panas di kalangan netizen Korea Selatan. Bukan karena musiknya, melainkan karena skala pengamanan yang sangat besar dan diduga melibatkan penggunaan dana publik.

Menurut laporan media lokal, sekitar 14.700 personel akan dikerahkan untuk mengamankan acara tersebut. Angka ini mencakup petugas kepolisian, staf pemerintah kota, hingga tim dari agensi penyelenggara.

Penutupan Jalan hingga Transportasi Dialihkan

Untuk mengakomodasi acara tersebut, sejumlah kebijakan besar akan diterapkan di pusat kota Seoul. Beberapa ruas jalan utama akan ditutup hingga 33 jam, sementara berbagai sistem transportasi publik juga akan mengalami perubahan.

Stasiun kereta seperti Gwanghwamun Station, City Hall Station, dan Gyeongbokgung Station akan dilewati kereta tanpa berhenti selama acara berlangsung.

Selain itu, beberapa stasiun lain seperti Euljiro Station, Jongno Station, dan Anguk Station juga berpotensi mengalami kebijakan serupa jika situasi dianggap perlu.

Tak hanya itu, sekitar 62 rute bus yang biasanya melintasi kawasan Sejong-daero dan Jongno akan dialihkan. Sebanyak 58 stasiun sepeda publik Ttareungi juga akan ditutup sementara selama acara berlangsung.

Beberapa destinasi wisata utama di kawasan tersebut turut terdampak, termasuk Gyeongbokgung Palace, Sejong Center for the Performing Arts, dan National Museum of Korean History yang akan ditutup sementara.

Pengamanan Super Ketat

Ket. Foto: Comeback BTS menuai kontroversi. — Sumber: Istimewa

Untuk mengantisipasi kerumunan besar dan potensi ancaman keamanan, Seoul Metropolitan Police Agency akan menurunkan sekitar 6.500 polisi.

Jumlah ini bahkan lebih dari dua kali lipat pengamanan pada festival besar tahunan Seoul International Fireworks Festival di Yeouido yang biasanya menarik ratusan ribu pengunjung.

Selain polisi, sekitar 3.400 petugas dari pemerintah kota Seoul serta 4.800 staf dari agensi hiburan HYBE juga akan ditempatkan di lokasi acara.

Pihak kepolisian juga berencana memasang metal detector di 31 pintu masuk utama di sekitar zona acara. Pemeriksaan keamanan akan dimulai sejak pukul 07.00 pagi untuk mencegah masuknya benda berbahaya.

Sekitar 150 detektif dari unit kejahatan kekerasan juga akan disiagakan di sekitar lokasi guna mengantisipasi potensi serangan mendadak, termasuk insiden penusukan yang sempat menjadi perhatian di Korea Selatan dalam beberapa tahun terakhir.

Netizen Korea Kritik Penggunaan Pajak

Meski langkah tersebut disebut demi keamanan, banyak netizen Korea menyuarakan kritik di forum online. Mereka mempertanyakan mengapa skala pengamanan dan pembatasan kota begitu besar hanya untuk sebuah acara musik.

Beberapa komentar bahkan menyinggung penggunaan dana pajak untuk mendukung kegiatan yang dianggap sebagai bagian dari promosi industri hiburan.

Ada pula yang membandingkan situasi ini dengan 2002 FIFA World Cup yang juga pernah digelar di Korea Selatan namun dinilai tidak menimbulkan pembatasan kota sebesar ini.

Perdebatan Publik Terus Berlanjut

Di satu sisi, konser comeback BTS diprediksi akan menarik perhatian global dan meningkatkan citra pariwisata Seoul. Namun di sisi lain, kebijakan penutupan jalan, pembatasan transportasi, dan pengerahan ribuan personel membuat sebagian warga merasa terganggu.

Perdebatan ini pun memperlihatkan dilema antara mendukung industri hiburan yang mendunia dan kenyamanan warga kota yang harus beraktivitas sehari-hari.

Dengan skala acara sebesar ini, publik kini berharap satu hal: agar konser berjalan lancar tanpa insiden besar yang justru bisa memperparah kontroversi yang sudah lebih dulu memanas.

  • BTS
  • BTS Arirang

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.