Cara Praktis Memasak Ketupat 30 Menit, Hemat Gas dan Tetap Pulen

Senin, 16 Mar 2026, 10:45 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Di Indonesia, perayaan Idul Fitri atau Lebaran identik dengan berbagai hidangan khas, salah satunya ketupat. Makanan berbahan dasar beras yang direbus dalam anyaman janur ini biasanya disajikan bersama hidangan seperti opor ayam dan sambal goreng kentang.

Ketupat umumnya dimasak dalam waktu cukup lama, sekitar satu hingga empat jam. Namun, ada cara yang lebih praktis untuk memasaknya, yakni hanya dalam waktu sekitar 30 menit. Selain lebih hemat gas, cara ini juga membuat ketupat tidak mudah basi sehingga tetap bisa dinikmati bersama keluarga.

Ket. Foto: Ketupat Lebaran — Sumber: Instagram

Cara masak ketupat dalam 30 menit

Bahan membuat ketupat:

  • 500 gram–1 kg beras, cuci bersih lalu tiriskan

  • 5–10 bungkus ketupat (sesuai selera)

  • Panci presto

Cara membuat:

  1. Masukkan beras ke dalam bungkus ketupat hingga memenuhi tiga perempat bagian.

  2. Lakukan langkah tersebut hingga beras habis dan semua bungkus ketupat terisi.

  3. Masukkan ketupat yang telah diisi beras ke dalam panci presto.

  4. Tuang air hingga seluruh bagian ketupat terendam.

  5. Masak selama 30 menit sampai ketupat menjadi padat.

  6. Setelah 30 menit, angkat dan tiriskan ketupat yang telah matang.

  7. Biarkan ketupat dingin pada suhu ruangan.

  8. Setelah siap, belah ketupat menjadi dua bagian dan sajikan bersama makanan utama.

Tips membuat ketupat tidak mudah basi

1. Memakai kapur sirih

Disarankan menggunakan beras berkualitas baik saat memasak ketupat.

Cuci beras hingga bersih dari kotoran, kemudian rendam selama tiga jam menggunakan air bersih. Tambahkan sedikit air kapur sirih agar ketupat tidak mudah basi. Selain itu, garam juga dapat ditambahkan untuk memberikan rasa gurih.

2. Menyiram ketupat dengan air es

Setelah ketupat selesai dimasak, angkat lalu siram dengan air es. Cara ini berfungsi untuk menghentikan proses pemasakan yang masih berlangsung di dalam ketupat.

Air es juga membantu membuat warna ketupat menjadi kuning cerah dan tidak terlihat pucat.

3. Perhatikan cara menghangatkan ketupat

Ketupat yang sudah matang masih bisa dihangatkan kembali agar tetap nikmat saat disantap. Untuk menjaga teksturnya tetap kenyal, keluarkan ketupat dari kulkas dan diamkan hingga suhu dinginnya berkurang.

Setelah itu, rebus air dalam panci hingga mendidih, lalu masukkan ketupat dan rebus kembali selama sekitar 30 menit.

Asal usul ketupat

Ketupat diperkirakan sudah ada sejak zaman Hindu-Buddha di Nusantara. Pada masa tersebut terdapat bukti bahwa masyarakat telah mengonsumsi makanan dari beras yang dibungkus menggunakan nyiur atau daun kelapa.

Namun, hidangan ketupat mulai dikenal luas pada masa hidup salah satu tokoh Sunan Kalijaga, anggota Wali Songo. Saat itu, ketupat dijadikan bagian dari budaya serta filosofi Jawa yang berpadu dengan nilai-nilai Islam.

Bagi masyarakat Jawa dan Sunda, ketupat sering disebut sebagai “kupat” yang memiliki makna ngaku lepat atau mengakui kesalahan. Selain itu, istilah ketupat juga dikaitkan dengan konsep laku papat atau empat laku yang melambangkan empat sisi ketupat.

Empat sisi tersebut memiliki makna berbeda, yakni “lebaran”, “luberan”, “leburan”, dan “laburan”.

“Lebaran” berasal dari kata lebar yang berarti pintu maaf terbuka lebar bagi orang lain.

“Luberan” berasal dari kata luber yang bermakna melimpah dan mengajarkan untuk berbagi sedekah kepada mereka yang membutuhkan.

Sementara “leburan” berarti melebur atau menghapus dosa yang dilakukan selama satu tahun.

Adapun “laburan” menjadi sisi terakhir yang melambangkan penyucian diri atau kembali bersih seperti bayi yang baru lahir. Kata laburan sendiri merujuk pada kapur, yaitu batuan sedimen berwarna putih bersih yang melambangkan kesucian.

  • Cara Masak Ketupat
  • Tips Masak Ketupat

Redaktur: Fitrya A Kusumah

Penulis: Fitrya A Kusumah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.