Trump Klaim Tenggelamkan 16 Kapal Penebar Ranjau Iran

Kamis, 12 Mar 2026, 10:09 WIB

WASHINGTON — Amerika Serikat (AS) mengklaim telah menenggelamkan 16 kapal penebar ranjau di sekitar Selat Hormuz tak lama setelah Presiden Donald Trump meningkatkan ancaman terhadap Iran terkait laporan pemasangan ranjau di jalur pelayaran strategis tersebut.

Trump melalui Truth Social pada Selasa (10/3), menyatakan militer AS telah menghancurkan 10 kapal atau perahu penebar ranjau yang tidak aktif dalam beberapa jam terakhir, dan operasi masih akan berlanjut. Komando Pusat AS (CENTCOM) kemudian mengonfirmasi di platform X bahwa total 16 kapal penebar ranjau telah dihancurkan di kawasan perairan penting Timur Tengah itu.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Dikutip dari Independent, pernyataan Trump muncul beberapa menit setelah ia memperingatkan Iran agar tidak menempatkan ranjau di Selat Hormuz, jalur laut yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

“Jika dengan alasan apa pun ranjau ditempatkan dan tidak segera disingkirkan, konsekuensi militer terhadap Iran akan berada pada tingkat yang belum pernah terlihat sebelumnya,” tulis Trump.

Laporan CBS News yang mengutip pejabat AS menyebut Iran diduga bersiap menempatkan ranjau di Selat Hormuz. Sementara sumber intelijen yang berbicara kepada CNN mengatakan Iran telah menempatkan beberapa lusin ranjau di jalur perairan tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Trump mengatakan militer AS menggunakan teknologi dan kemampuan rudal yang sama seperti yang digunakan dalam operasi melawan jaringan pengedar narkoba untuk menghancurkan kapal yang mencoba menanam ranjau di Selat Hormuz.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan Washington tidak akan membiarkan Selat Hormuz disandera. Menurutnya, atas arahan Trump, CENTCOM telah memusnahkan kapal-kapal penebar ranjau tersebut dengan presisi tinggi.

Sebelumnya, Iran juga mengancam akan menyerang kapal mana pun yang mencoba melintasi Selat Hormuz. Pejabat senior Korps Garda Revolusi Iran, Ebrahim Jabari, menyatakan bahwa jika ada kapal yang mencoba melintas, pasukan Iran siap membakarnya.

Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi pengiriman minyak dan gas dari sejumlah negara Timur Tengah, termasuk Iran, Arab Saudi, Kuwait, Irak, Qatar, Bahrain, dan Uni Emirat Arab. Sebagian besar minyak yang melewati jalur ini dipasarkan ke negara-negara Asia.

Ketegangan di kawasan tersebut sempat mendorong harga minyak dunia melonjak hingga hampir 120 dollar AS per barel, tertinggi sejak 2022. Namun harga kemudian turun kembali ke bawah 90 dollar AS setelah Trump menyatakan konflik dengan Iran hampir selesai.

Operasi Militer

Associated Press melaporkan sedikitnya 1.230 orang di Iran tewas akibat konflik tersebut. Serangan gabungan AS dan Israel juga dilaporkan menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, yang kemudian digantikan putranya, Ayatollah Mojtaba Khamenei. Sementara itu, sedikitnya tujuh personel militer AS dilaporkan tewas dalam konflik tersebut.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengecam alasan Washington memulai perang. Ia menyebut klaim bahwa Iran berencana menyerang AS atau pasukannya sebagai kebohongan besar yang digunakan untuk membenarkan operasi militer tersebut.

Trump menegaskan bahwa Israel tidak memaksa AS untuk menyerang Iran dalam operasi yang oleh Washington disebut ‘Operation Epic Fury’.

“Saya mungkin yang memaksa mereka bertindak,” kata Trump. SB/and

  • Konflik Iran dan Israel

Redaktur: Diapari S

Penulis: Diapari S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.