Bukan Selingkuh! Aditya Triantoro Pendiri Nussa Bongkar Alasan Copot Anissa Hadiyanti

Rabu, 11 Mar 2026, 10:31 WIB
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kontroversi di balik kesuksesan animasi populer Indonesia akhirnya terkuak. Pendiri serial animasi Nussa, Aditya Triantoro, akhirnya muncul ke publik untuk memberikan klarifikasi terkait polemik yang menyeret nama mantan istrinya, Anissa Hadiyanti.

Isu ini mencuat setelah Anissa mengaku didepak dari perusahaan animasi yang turut ia dirikan. Pernyataan tersebut memicu perdebatan luas di media sosial, terutama karena Nussa dikenal sebagai salah satu animasi lokal yang sukses dan berpengaruh di Indonesia.

Dalam wawancara di kanal YouTube milik Denny Sumargo pada 10 Maret 2026, Aditya akhirnya membeberkan versinya mengenai situasi yang terjadi di dalam perusahaan The Little Giantz.

Menurut Aditya, pada awal pendirian perusahaan, Anissa memang tercatat sebagai komisaris sekaligus pemegang saham. Namun ia menegaskan mantan istrinya tersebut tidak terlibat dalam proses kreatif maupun produksi animasi Nussa.

“Di dalam struktur organisasi dia waktu itu memang sebatas komisaris. Apakah terjun langsung dalam produksi dan kreasi Nussa? Saya katakan tidak sama sekali,” ujar Aditya.

Ia menjelaskan industri animasi membutuhkan tenaga profesional dengan keahlian khusus di bidang kreatif, seperti penulis cerita, animator, hingga tim produksi. Karena itu, orang-orang yang terlibat langsung dalam proyek harus memiliki kompetensi yang relevan.

Menurutnya, Anissa tidak mengambil bagian dalam proses kreatif tersebut sejak awal. Hal itulah yang membuat posisinya di perusahaan dianggap tidak memiliki kontribusi signifikan terhadap perkembangan produksi animasi.

Meski demikian, Aditya mengakui Anissa pernah memiliki saham di perusahaan tersebut. Namun seiring berkembangnya proyek dan kebutuhan bisnis, ia mulai menghadirkan orang-orang baru yang dinilai lebih memiliki kompetensi untuk meningkatkan nilai perusahaan.

“Dulunya di pendirian dia sebagai pemegang saham ada. Namun seiring waktu ketika banyak proyek masuk, saya menghadirkan orang-orang dengan kompetensi untuk menggantikan dia,” jelasnya.

Aditya bahkan menyebut posisi komisaris yang dipegang Anissa pada akhirnya hanya menjadi jabatan formal tanpa peran aktif. Ia juga mengungkapkan gaji yang diterima Anissa pada saat itu bukan berasal dari perusahaan, melainkan dari dirinya secara pribadi.

Ketika ditanya mengenai jumlah saham yang dimiliki Anissa, Aditya mengaku tidak mengingat secara detail. Namun ia menegaskan dirinya merupakan pemegang saham mayoritas di perusahaan tersebut.

Seiring perkembangan bisnis, kesepakatan internal disebut sempat terjadi. Dalam kesepakatan tersebut, Anissa melepaskan sebagian sahamnya yang kemudian dialihkan kepada pihak lain yang dianggap mampu meningkatkan nilai perusahaan.

Beberapa tahun kemudian, badai pandemi COVID-19 menghantam banyak sektor industri, termasuk industri kreatif. Kondisi tersebut turut mengguncang perusahaan yang mengembangkan Nussa.

Di tengah tekanan bisnis tersebut, Aditya akhirnya mengambil keputusan besar dengan menjual Intellectual Property (IP) Nussa kepada Visinema Pictures.

Namun keputusan itu justru memicu polemik baru. Anissa Hadiyanti mengaku tidak menerima bagian apa pun dari penjualan IP tersebut. Padahal ia merasa pernah memiliki kontribusi dalam perjalanan awal perusahaan.

Persoalan inilah yang kemudian memanas hingga berujung pada langkah hukum. Anissa memilih membawa masalah tersebut ke jalur legal sekaligus mengungkapkannya ke publik melalui media sosial.

Kasus ini pun menjadi sorotan luas karena menyangkut salah satu karya animasi Indonesia yang sangat populer. Di balik kisah inspiratif Nussa yang dikenal sarat nilai moral dan religi, kini tersimpan konflik bisnis dan personal yang masih terus bergulir hingga hari ini.
  • Perselingkuhan Pendiri Nussa Rara
  • Aditya Triantoro Selingkuh

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.