Psikolog Ungkap Penyebab Anak Rentan Terpengaruh LGBT, Orang Tua Perlu Waspada

Selasa, 10 Mar 2026, 11:15 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Perkembangan zaman yang semakin cepat membawa banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat. Arus globalisasi dan modernisasi membuat berbagai nilai budaya baru masuk ke Indonesia, termasuk normalisasi perilaku LGBT serta penyebaran ideologi liberal. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua dalam menjaga anak agar tetap berpegang pada nilai agama dan moral.

Dalam pandangan Islam, perilaku LGBT tidak dibenarkan. Namun di berbagai negara, dukungan terhadap LGBT semakin terbuka melalui kampanye media sosial, hiburan, hingga berbagai kegiatan internasional. Situasi tersebut sedikit banyak memengaruhi pandangan sebagian masyarakat, termasuk generasi muda di Indonesia.

Ket. Foto: Psikolog Ungkap Penyebab Anak Rentan Terpengaruh LGBT. — Sumber: istimewa

Oleh karena itu, orang tua memiliki peran penting untuk melindungi anak dari pengaruh tersebut sejak dini. Salah satu langkah utama adalah memperkuat pendidikan agama di rumah. Anak perlu dikenalkan dengan Al-Qur’an, hadits, serta nilai akhlak yang baik agar memiliki landasan keimanan yang kuat dalam menjalani kehidupan.

Selain itu, pengawasan terhadap media juga sangat diperlukan. Media sosial, film, dan berbagai konten hiburan sering menjadi sarana penyebaran ideologi liberal maupun normalisasi LGBT. Orang tua dianjurkan untuk memantau aktivitas anak di internet serta berdiskusi mengenai konten yang mereka konsumsi agar anak tidak menerima informasi secara mentah.

Lingkungan pergaulan juga memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan anak. Memilih sekolah, komunitas, dan teman yang memiliki nilai yang sejalan dengan ajaran Islam dapat membantu membentuk karakter anak yang lebih kuat. Lingkungan yang baik dapat menjadi benteng bagi anak dari berbagai pengaruh negatif di luar rumah

Selain faktor lingkungan, perhatian orang tua juga sangat penting dalam perkembangan psikologis anak. Dr. Ati Kusmawati, S. Pd. M.Si. Psikolog., seorang psikolog yang juga dosen Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial Universitas Muhammadiyah Jakarta ini menyebutkan bahwa kurangnya perhatian dari keluarga dapat menjadi salah satu faktor yang membuat anak mencari kenyamanan di luar rumah.

Ketika kebutuhan emosional ini tidak terpenuhi, anak bisa saja menemukan perhatian dari orang lain yang akhirnya memengaruhi perasaan dan perilakunya. Perhatian tidak hanya berupa pemenuhan kebutuhan materi seperti sandang, pangan, dan tempat tinggal.

Orang tua juga perlu menunjukkan kepedulian melalui komunikasi, mendengarkan cerita anak, serta mengetahui aktivitas dan pergaulan mereka. Dengan komunikasi yang terbuka, anak akan merasa nyaman berbagi cerita sehingga orang tua lebih mudah membimbing mereka.

  • LGBTQ
  • lgbt

Redaktur: Afifa Khoirunnisa

Penulis: Afifa Khoirunnisa

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.