Mengenal Neglectful Parenting: Ketika Anak Tumbuh Tanpa Arah dan Kehadiran Emosional Orang Tua
Selasa, 10 Mar 2026, 12:00 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Dalam dunia pengasuhan, perhatian dan keterlibatan orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan anak. Namun tidak semua anak tumbuh dalam lingkungan yang penuh dukungan.
Salah satu pola asuh yang sering dibahas dalam psikologi perkembangan adalah neglectful atau uninvolved parenting, yaitu pola asuh yang ditandai dengan sikap orang tua yang abai, tidak responsif, serta minim keterlibatan dalam kehidupan anak.
Minim Pola Asuh Orang Tua
Pola asuh ini terjadi ketika orang tua tidak memberikan perhatian yang cukup terhadap kebutuhan emosional, sosial, maupun perkembangan anak. Anak mungkin tetap mendapatkan kebutuhan dasar seperti makanan, tempat tinggal, atau pendidikan, tetapi kehadiran emosional dan bimbingan hampir tidak ada.
Orang tua jarang menanyakan perasaan anak, tidak mengikuti perkembangan sekolahnya, dan tidak memberikan arahan yang jelas mengenai nilai, perilaku, atau tujuan hidup.
Dalam praktik sehari-hari, neglectful parenting bisa terlihat dari hubungan yang sangat renggang antara orang tua dan anak. Komunikasi terjadi sangat minim, bahkan sering kali hanya sebatas hal-hal praktis.
Anak mungkin bebas melakukan apa saja tanpa aturan yang jelas, bukan karena orang tua percaya pada kemandiriannya, tetapi karena mereka tidak cukup peduli untuk mengawasi atau membimbing.
Faktor Penyebab
Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan pola asuh ini muncul. Beberapa orang tua mungkin mengalami tekanan hidup yang berat, seperti masalah ekonomi, pekerjaan yang menyita waktu, atau konflik rumah tangga.
Ada juga yang secara emosional belum siap menjadi orang tua, sehingga kesulitan membangun kedekatan dengan anak. Dalam kasus lain, orang tua sendiri mungkin tumbuh dalam lingkungan yang kurang perhatian, sehingga tanpa sadar mengulang pola yang sama.
Dampak dari pola asuh ini terhadap anak bisa cukup serius. Anak yang tumbuh dalam lingkungan yang tidak responsif sering kali merasa tidak dihargai atau tidak penting. Mereka dapat mengalami kesulitan dalam membangun rasa percaya diri dan kelekatan emosional dengan orang lain.
Beberapa anak menjadi sangat mandiri sejak dini, tetapi kemandirian itu sering muncul karena mereka tidak memiliki pilihan lain selain mengandalkan diri sendiri.
Selain itu, penelitian psikologi perkembangan menunjukkan bahwa anak yang mengalami pengasuhan abai cenderung memiliki risiko lebih tinggi terhadap masalah perilaku, kesulitan akademik, serta tantangan dalam hubungan sosial. Tanpa bimbingan yang konsisten, mereka mungkin kesulitan memahami batasan, tanggung jawab, dan pengelolaan emosi.
Meski demikian, penting untuk memahami bahwa pola asuh bukan sesuatu yang tidak bisa berubah. Banyak orang tua yang akhirnya menyadari pentingnya keterlibatan emosional setelah mendapatkan edukasi atau dukungan dari lingkungan sekitar.
Ketika orang tua mulai hadir secara aktif dalam kehidupan anak, mendengarkan, memberi arahan, serta menunjukkan kepedulian, hubungan yang lebih sehat masih dapat dibangun.
Pada akhirnya, anak tidak hanya membutuhkan pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga perhatian, waktu, dan bimbingan. Kehadiran orang tua secara emosional menjadi fondasi penting bagi tumbuhnya rasa aman, percaya diri, dan kemampuan anak untuk membangun hubungan yang sehat di masa depan.*
- Neglectful Parenting
Redaktur: Weti Aprianti
Penulis: Weti Aprianti
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.