Meditasi di Peti Mati, Tren Mental Health Nyeleneh Paling Ekstrem dari Jepang
Rabu, 04 Mar 2026, 17:45 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Bayangkan berbaring di peti mati, sambil masih hidup. Di Jepang, fenomena unik ini bukan sekadar sensasi, melainkan tren kesehatan mental yang tengah digandrungi generasi muda. Dikenal sebagai coffin lying, praktik ini mengajak orang berbaring dan bermeditasi di dalam peti mati untuk merenungkan hidup, menghadapi rasa takut akan kematian, atau sekadar menenangkan pikiran yang lelah.
Awalnya layanan ini hanya tersedia di rumah duka di Prefektur Chiba, namun kini menyebar luas berkat daya tariknya yang unik dan filosofi Jepang yang mendalam. Praktik ini berakar pada konsep kuyo, tradisi peringatan yang mengajarkan kesadaran akan kefanaan sebagai cara menghargai hidup. Dalam budaya Jepang, menghadapi kematian secara sadar dianggap mampu menumbuhkan rasa syukur dan kesadaran diri, bukan sekadar ketakutan.
Tren ini muncul di tengah tingginya angka stres dan bunuh diri di kalangan anak muda Jepang. Banyak pihak kemudian mencari pendekatan kreatif untuk meningkatkan kesadaran mental, dan coffin lying muncul sebagai alternatif yang provokatif sekaligus reflektif.Â
Beberapa bisnis kini menawarkan layanan ini dengan berbagai opsi, peti kayu polos untuk pengalaman klasik, hingga peti fancy penuh warna dan dekorasi yang bisa disesuaikan dengan kepribadian pelanggan, lengkap dengan musik relaksasi atau proyeksi visual di langit-langit. Biayanya pun relatif terjangkau, sekitar US$13 (Rp219 ribu) untuk sesi 30 menit.
Mikako Fuse, desainer peti mati sekaligus pendiri Grave Tokyo, menyatakan bahwa pengalaman ini membantu orang memahami bahwa kematian bukan sesuatu yang menyeramkan, melainkan bagian alami dari hidup.
âBanyak peserta melaporkan ketakutan akan kematian berkurang, dan mereka justru merasa lebih menghargai hidup,â katanya.
Bahkan di lokakarya universitas Kyoto, mahasiswa yang mencoba praktik ini mengaku mampu mereset kecemasan dan memunculkan motivasi baru untuk menjalani hidup.
Meski terdengar ekstrem, praktik ini sejalan dengan metode mindfulness dan meditasi yang sudah terbukti efektif untuk kesehatan mental. Simulasi menghadapi kematian secara sadar diyakini dapat menimbulkan refleksi mendalam, membangkitkan rasa syukur, dan mengurangi stres kronis.
Coffin lying pun menjadi contoh bagaimana budaya tradisional dan inovasi modern bisa berpadu untuk menciptakan cara baru menjaga kesehatan jiwa di dunia yang penuh tekanan.
- kesehatan mental
- meditasi
Redaktur: Alfina Febriyana
Penulis: Alfina Febriyana
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.