Klaim Jadi Kambing Hitam Kasus Narkoba Sandara Park, Park Bom 2NE1 Juga Singgung CL 

Rabu, 04 Mar 2026, 15:30 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Pada 3 Maret, publik K-pop dikejutkan oleh unggahan tulisan tangan dari Park Bom di Instagram. Dalam pernyataan panjang yang ditujukan “kepada seluruh warga negara,” mantan vokalis utama 2NE1 itu menyampaikan klarifikasi sekaligus pengakuan yang selama ini ia pendam terkait kontroversi obat yang pernah menyeret namanya.

Park Bom membuka pesannya dengan menenangkan penggemar bahwa dirinya dalam kondisi baik dan berusaha menjalani hidup dengan tenang. Namun, ia mengakui ada satu isu lama yang terus menghantuinya, yakni tudingan penyalahgunaan Adderall, obat yang di beberapa negara dikategorikan sebagai psikotropika.

Ket. Foto: — Sumber: Instagram/@chaelincl

Ia menyebut, setiap kali topik itu muncul kembali, ia merasa seperti luka lama yang sengaja disobek.

Menurut Park Bom, obat tersebut bukanlah narkoba, melainkan bagian dari pengobatan untuk gangguan ADD (Attention Deficit Disorder) yang memang ia derita. Ia menegaskan bahwa obat itu diperoleh melalui resep dokter saat dirinya menjalani perawatan di luar negeri.

Pada saat kasus itu mencuat bertahun-tahun lalu, ia merasa seolah reputasinya runtuh dalam sekejap akibat pemberitaan yang menyebutnya terlibat skandal narkoba.

Yang membuat pernyataan ini semakin mengejutkan adalah klaim Park Bom bahwa dirinya dijadikan “kambing hitam” untuk melindungi rekan satu grupnya, Sandara Park. Dalam tulisannya, ia menyebut bahwa ada upaya untuk mengalihkan isu dengan membingkai obat yang ia konsumsi sebagai skandal narkoba yang melibatkan dirinya.

Ia juga menyinggung bahwa pada saat itu belum ada sistem atau hukum khusus di Korea Selatan yang secara jelas mengatur Adderall, tetapi setelah kasusnya mencuat, regulasi terkait obat tersebut menjadi lebih ketat.

Sebut CL 2NE1

Tak hanya itu, Park Bom secara terbuka menyebut nama agensinya, YG Entertainment, serta pendirinya Yang Hyun Suk, produser Teddy Park, dan rekan satu grupnya CL. Ia meminta agar mereka tidak lagi melaporkan atau menyatakan kepada publik bahwa dirinya menggunakan obat melebihi dosis yang diresepkan. Kalimat itu ditutup dengan ungkapan emosional bahwa ia menulis karena “jiwanya menangis.”

Unggahan tersebut langsung memicu perdebatan di kalangan penggemar dan netizen. Ada yang menyatakan simpati atas keberanian Park Bom untuk kembali membuka isu sensitif yang berpotensi merugikan dirinya.

Namun, tak sedikit pula yang mempertanyakan kembali kronologi lama dan meminta klarifikasi lebih lanjut dari pihak agensi.

Terlepas dari pro dan kontra, pernyataan ini menunjukkan bahwa bayang-bayang skandal masa lalu masih membekas dalam perjalanan karier Park Bom. Di tengah upayanya untuk kembali aktif bermusik dan menata hidup, ia memilih menghadapi ketakutannya dengan berbicara langsung kepada publik.

Kini, perhatian tertuju pada respons pihak-pihak yang disebutkan serta bagaimana dampaknya terhadap dinamika internal 2NE1 dan citra sang penyanyi di industri hiburan Korea.*

  • kontroversi Park Bom

Redaktur: Weti Aprianti

Penulis: Weti Aprianti

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.