Sisi Gelap Drama Pendek China: Di Balik Cuan Rp221 Triliun, Aktris Diduga Jadi Korban Pelecehan dan Eksploitasi

Selasa, 03 Mar 2026, 07:45 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Industri drama pendek China kini tengah diguncang skandal besar setelah munculnya dugaan pelecehan aktris di lokasi syuting yang viral di media sosial.

Di balik pertumbuhan nilai industri yang mencapai Rp221 triliun pada 2025, terungkap sisi gelap mengenai eksploitasi dan kondisi kerja yang tidak aman bagi para pemain drama vertikal.

Ket. Foto: Ilustrasi drama pendek China. — Sumber: Istimewa

Mulai dari adegan fisik yang tidak pantas hingga tekanan jadwal syuting yang ekstrem, kasus ini menarik perhatian ketat terhadap etika produksi di pasar tontonan vertikal China yang sedang naik daun.

Simak ulasan lengkap mengenai skandal di balik layar yang melibatkan aktris papan atas hingga pendatang baru berikut ini!

Lonjakan Industri yang Tidak Dibarengi Perlindungan

Pasar drama pendek China mencatatkan pertumbuhan yang luar biasa. Pada tahun 2025 saja, industri ini meraup pendapatan hingga 90 miliar RMB (sekitar Rp221 triliun), jauh melampaui pendapatan bioskop konvensional. Sayangnya, ledakan ekonomi ini diduga menciptakan sistem kerja yang eksploitif.

Beberapa masalah struktural yang muncul antara lain:

  • Standar Kerja Buruk: Banyak kru yang memangkas biaya produksi dengan mengabaikan kenyamanan dan kesehatan aktor.

  • Jadwal Syuting Ekstrem: Satu judul drama biasanya dipaksa rampung dalam 7 hingga 15 hari, membuat faktor keselamatan sering kali dikesampingkan.

  • Upah Tidak Stabil: Muncul laporan mengenai penundaan pembayaran gaji bagi para pemeran serta lingkungan kerja yang tidak sehat.

Skandal Adegan Penculikan yang Viral

Baru-baru ini, sebuah potongan video dari serial yang tengah tren memicu kemarahan publik. Dalam sebuah adegan penculikan, seorang aktor tampak melakukan kontak fisik yang tidak pantas di area dada lawan mainnya.

Meskipun tim produksi langsung menghapus rekaman tersebut setelah mendapat protes keras, insiden ini membuka tabir betapa rentannya posisi aktris di lokasi syuting yang minim pengawasan.

Budaya Bungkam di Lokasi Syuting

Bukan hanya pendatang baru, aktris papan atas seperti Zhao Liying dan Liu Yifei pun dikabarkan pernah mengalami situasi tidak nyaman saat syuting adegan keramaian.

Namun, bagi aktris yang kurang terkenal, melaporkan perlakuan tidak adil adalah risiko besar. Mereka khawatir akan masuk dalam "daftar hitam" (blacklist) dan kehilangan peluang kerja di masa depan.

Banyak sutradara disebut lebih mementingkan kecepatan syuting daripada kesejahteraan aktor.

"Bagi sebagian sutradara, siapa pun yang menunda syuting dianggap musuh. Aktor dilarang sakit, dan keluhan kami jarang sekali ditangani," ungkap seorang aktris anonim.

Fenomena drama pendek memang menjanjikan keuntungan finansial yang menggiurkan, namun popularitas tersebut tidak boleh dibayar dengan martabat dan keselamatan para pekerjanya.

Tanpa adanya regulasi yang tegas dan standarisasi perlindungan bagi aktor, industri ini akan terus menjadi lingkungan yang rentan bagi praktik eksploitasi.

Skandal ini menjadi pengingat keras bagi para produser dan sutradara bahwa kualitas sebuah karya seni tidak hanya dinilai dari angka pendapatan, tetapi juga dari cara mereka menghargai manusia di balik layar.

Sudah saatnya industri drama vertikal berbenah agar kesuksesan finansial berjalan beriringan dengan etika kerja yang manusiawi.

  • Drama Pendek China
  • Drama Vertikal China

Redaktur: Sarah Ramadhani

Penulis: Sarah Ramadhani

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.