Transisi Kepemimpinn Iran Diperkirakan bakal Berjalan Mulus
Senin, 02 Mar 2026, 08:35 WIBTEHERANâ Transisi kepemimpinan di Iran dipastikan masih akan berjalan mulus menyusul gugurnya Ali Khamenei akibat serangan rudal AS dan Israel, kata Dina Sulaeman, akademisi dan pengamat Timur Tengah dari Universitas Padjadjaran, Bandung, Minggu (1/3).
Sebab, katanya, sistem ideologis dan institusional Iran sudah berjalan selama empat dekade sehingga sudah matang dan memiliki struktur kekuasaan berlapis.
âPengalaman wafatnya Imam Ruhollah Khomeini pada 1989 menunjukkan bahwa transisi bisa berjalan tanpa mengguncang fondasi negara,â kata Dina merespons pertanyaan Antara terkait keberlanjutan pemerintahan Republik Islam Iran.
Terlebih, katanya, Republik Islam Iran tidak berjalan sebagai sebuah ârezim personalistikâ yang hanya bergantung pada satu figur.
Terkait tokoh yang akan menjadi pengganti Ali Khamenei, Dina menyebut bahwa tokoh tersebut harus merupakan ulama yang bergelar Ayatullah, yang merupakan gelar tertinggi dalam keilmuan agama di Iran.âIran punya banyak Ayatullah,â ujar Dina.
Di samping gelar Ayatullah, katanya, sistem Iran menjadikan integritas serta kepemimpinan yang teruji sebagai syarat lain bagi tokoh yang dapat ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi.
Dina pun menjelaskan bahwa di tengah kekosongan jabatan Pemimpin Tertinggi, Majelis Ahli yang beranggotakan para ahli agama dan ulama dari seluruh provinsi Iran akan bersidang untuk memilih Pemimpin Tertinggi yang baru.
Proses Pemilihan Dimulai
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani memastikan bahwa Majelis Ahli akan berkumpul pada Minggu (1/3) untuk memulai proses pemilihan Pemimpin Tertinggi Iran guna menggantikan Ali Khamenei yang gugur.
âMenurut pasal 111 Konstitusi Iran, dalam hal kematian pemimpin tertinggi, Majelis Ahli harus memilih pemimpin tertinggi yang baru secepatnya,â kata Larijani, sebagaimana disiarkan televisi nasional Iran.
Pada Sabtu pagi (28/2) waktu setempat, Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangkaian serangan ke Iran, termasuk ibu kota Teheran, sehingga menyebabkan kerusakan infrastruktur dan jatuhnya korban jiwa rakyat sipil.
Iran kemudian melancarkan serangan rudal balasan ke wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Pada Minggu, televisi nasional Iran mengkonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei syahid akibat serangan rudal AS-Israel tersebut.
Terkait serangan balasan, Larijani memastikan bahwa Iran tidak berniat menyerang negara-negara tetangga di kawasan Timur Tengah, tetapi Teheran bermaksud hanya menyerang pangkalan militer AS, yang bukan merupakan wilayah negara mereka.
Serangan Balasan
Setelah diserang AS dan Israel, Iran bereaksi dengan melancarkan serangan rudal balasan ke wilayah Israel dan infrastruktur militer AS di Timur Tengah. Menurut Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran pada Sabtu, serangan Iran menghantam 14 pangkalan AS di Kawasan Timur Tengah dan pusat-pusat penting Israel hingga menewaskan ratusan tentara dari keduanya.
âSelain pusat keamanan dan militer vital rezim Zionis, serangan juga dilakukan terhadap 14 pangkalan penting AS di kawasan. Ratusan orang dari pasukan agresor AS dan pasukan rezim [Israel] tewas,â kata juru bicara markas besar tersebut seperti dikutip Kantor berita Iran Tasnim.Ant/E-9
- perang dunia
Redaktur: Diapari S
Penulis: Diapari S
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.