Benarkah Pakai Parfum di Leher Bisa Ganggu Tiroid? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 02 Mar 2026, 13:15 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Menyemprot parfum di area leher sudah lama dianggap trik agar aroma lebih tahan lama karena bagian ini cenderung hangat. Namun belakangan muncul kekhawatiran bahwa kebiasaan tersebut bisa berdampak pada kesehatan, khususnya kelenjar tiroid.

Kelenjar tiroid sendiri merupakan organ penting dalam sistem endokrin yang berfungsi memproduksi hormon seperti tiroksin dan triiodotironin yang mengatur metabolisme tubuh. Letaknya berada di bagian depan leher, dekat dengan trakea.

Ket. Foto: Ilustrasi Perempuan Menggunakan Parfum. — Sumber: shutterstock

Kata Ahli Soal Risiko Parfum

Menurut dr. Agil Wahyu Wicaksono dari IPB University, secara ilmiah memang ada indikasi hubungan antara penggunaan parfum di leher dengan potensi gangguan kelenjar tiroid maupun hormon.

Hal ini berkaitan dengan kandungan kimia yang umum terdapat dalam parfum, seperti phthalates, paraben, dan triclosan. Zat-zat tersebut dapat terserap melalui kulit dan berpotensi mengganggu sistem hormon (endocrine disruptors).

Beberapa penelitian bahkan menunjukkan triclosan dapat memengaruhi fungsi hormon tiroid, sementara paraben dapat berdampak pada keseimbangan sistem endokrin.

Kenapa Area Leher Dianggap Lebih Berisiko?

Area leher dinilai lebih sensitif karena dua alasan utama:

  • Letaknya sangat dekat dengan kelenjar tiroid

  • Kulit di area ini relatif tipis

Akibatnya, paparan bahan kimia dari parfum yang digunakan berulang di lokasi tersebut secara teori dapat meningkatkan peluang efek lokal maupun sistemik pada tubuh.

Meski begitu, tingkat penyerapan juga dipengaruhi oleh frekuensi pemakaian, durasi penggunaan, serta jumlah parfum yang disemprotkan.

Apakah Bisa Menyebabkan Kanker Tiroid?

Poin penting yang perlu digarisbawahi adalah hingga saat ini belum ada bukti langsung bahwa menyemprot parfum di leher menyebabkan kanker tiroid. Hubungan tersebut masih bersifat hipotesis dan belum terbukti secara ilmiah.

Ahli juga menegaskan bahwa pemakaian parfum tidak otomatis membuat seseorang sakit. Risiko gangguan hormon cenderung muncul perlahan dan biasanya terkait penggunaan berlebihan dalam jangka panjang.

Kelompok yang disarankan lebih berhati-hati antara lain ibu hamil, anak-anak dan remaja, serta orang yang sudah memiliki gangguan hormon sebelumnya.

Cara Pakai Parfum yang Lebih Aman

Untuk meminimalkan risiko, ahli menyarankan beberapa langkah sederhana:

  • Hindari menyemprot langsung di leher atau ketiak

  • Gunakan parfum di pakaian, bukan kulit

  • Pilih produk bebas phthalate dan paraben

  • Hindari penggunaan berlebihan setiap hari

Dengan cara ini, kamu tetap bisa wangi tanpa khawatir berlebihan.

  • Parfum
  • Cara Pakai Parfum

Redaktur: Afifa Khoirunnisa

Penulis: Afifa Khoirunnisa

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.