Dari Mokel hingga Puasa Jeruk, Inilah Deretan Istilah Rahasia Pembatal Puasa yang Viral Saat Ramadhan

Jum'at, 27 Feb 2026, 10:00 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Bulan Ramadhan selalu menghadirkan suasana yang berbeda. Selain nuansa religius dan kebersamaan, media sosial juga ikut panas dengan berbagai istilah unik yang mendadak viral. Salah satu yang paling sering berseliweran di linimasa adalah kata mokel. Meski tak tercatat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah ini justru begitu populer, terutama di kalangan anak muda.

Mokel

Secara umum, mokel merujuk pada seseorang yang membatalkan puasa sebelum waktu magrib tiba. Alasannya klasik, tak kuat menahan lapar dan haus. Namun yang bikin istilah ini terasa nakal adalah perilaku setelahnya, tetap bersikap seolah-olah masih berpuasa di depan orang lain. Diam-diam makan, tapi tampil tetap alim. Fenomena ini pun kerap jadi bahan candaan sekaligus sindiran tajam di media sosial.

Konon, istilah mokel berasal dari Malang, Jawa Timur. Awalnya hanya digunakan sebagai guyonan antar teman. Namun seiring derasnya arus media sosial, kata ini menyebar luas dan dipakai di berbagai daerah. Bahkan, maknanya pun ikut berkembang. Tak lagi sekadar soal puasa, mokel kini juga dipakai untuk menyebut orang yang berhenti di tengah jalan, tak konsisten, atau tak menuntaskan tanggung jawabnya.

Menariknya, mokel bukan satu-satunya istilah yang menggambarkan aksi batal diam-diam ini. Di berbagai daerah, muncul sebutan lain dengan makna serupa, unik, kreatif, dan kadang bikin senyum kecut.

Ket. Foto: Ilustrasi mokel. — Sumber: Freepik

Mokah

Di Jawa Tengah, misalnya, masyarakat lebih familiar dengan istilah mokah. Maknanya tak jauh berbeda, membatalkan puasa sebelum waktunya karena tak kuat menahan godaan. Hanya beda penyebutan, tapi esensinya sama.

Tempus

Beranjak ke Medan, ada istilah tempus, singkatan dari “tembak puasa”. Istilah ini menggambarkan tindakan sengaja membatalkan puasa sebelum azan magrib berkumandang. Kata yang terdengar tegas ini seolah menyiratkan aksi cepat dan diam-diam.

Budim

Ada pula istilah budim, kependekan dari buka diam-diam. Sesuai namanya, budim merujuk pada orang yang membatalkan puasa tanpa sepengetahuan orang lain. Istilah ini cukup umum dan tak terbatas pada satu daerah saja.

Puasa Jeruk

Media sosial seperti TikTok juga pernah diramaikan dengan istilah puasa jeruk. Dalam bahasa Jawa, ini merupakan singkatan yang menggambarkan seseorang sudah makan, lalu bersikap santai agar tak ketahuan. Seolah tak terjadi apa-apa.

Puasa Sapi

Masih dari bahasa Jawa, ada pula puasa sapi. Istilah ini merujuk pada aksi membersihkan mulut setelah makan agar tak meninggalkan jejak. Biasanya digunakan sebagai bahan candaan di lingkaran pertemanan dekat.

Godin

Sementara itu, dalam bahasa Sunda dikenal istilah godin. Maknanya lebih spesifik, membatalkan puasa secara diam-diam tanpa diketahui orang lain, lalu tetap berpura-pura masih berpuasa. Sebuah istilah yang terdengar ringan, namun sarat sindiran.

Fenomena beragam istilah ini menunjukkan betapa kreatifnya masyarakat dalam merespons kebiasaan sosial di bulan Ramadan. Meski kerap dibalut humor, istilah-istilah tersebut juga menjadi refleksi tentang konsistensi, kejujuran, dan komitmen pribadi.

Jadi, pernah dengar atau bahkan memakai salah satu istilah di atas? Hati-hati, jangan sampai hanya viral di dunia maya, tapi juga jadi kebiasaan di dunia nyata.
 

  • bahasa gaul
  • ramadan 2026

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.