Dihujani Kritik, Tasya Kamila Akhirnya Minta Maaf Soal Kontribusi LPDP

Kamis, 26 Feb 2026, 14:15 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Nama Tasya Kamila kembali menjadi perbincangan publik setelah ia mengunggah laporan kontribusinya bagi Indonesia sebagai alumni penerima beasiswa LPDP. Unggahan tersebut memicu beragam reaksi, mulai dari dukungan hingga kritik tajam dari warganet.

Dalam laporannya, Tasya menjelaskan berbagai bentuk kontribusi yang ia lakukan setelah menempuh pendidikan S2 di Columbia University melalui program beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Namun, tidak semua pihak merasa puas dengan dampak yang ia paparkan.

Ket. Foto: Tasya Kamila. — Sumber: instagram.com/tasyakamila

Kritik Publik: Dampaknya Dinilai Kurang Besar

Salah satu komentar yang ramai disorot datang dari akun media sosial yang menilai dampak kontribusi Tasya tidak sebanding dengan dana beasiswa yang diterimanya. Kritik tersebut menyebut program yang dilakukan Tasya terlihat seperti kegiatan organisasi biasa.

Salah satunya komentar akun @houseofvya yang menyampaikan ketidakpuasannya pada kontribusi Tasya sebagai penerima LPDP.

"Mbak kok impact-nya nggak sebesar dana yang dikeluarkan ya? Ini lebih mirip prokeran BEM/kantor, program CSR perusahaan, atau kegiatan ibu-ibu di lingkungan," tulis akun tersebut.

Komentar itu pun memicu diskusi luas di kalangan warganet, bahkan memunculkan perdebatan soal standar kontribusi alumni LPDP.

Tasya Kamila Minta Maaf dan Beri Penjelasan

Menanggapi kritik tersebut, Tasya memilih merespons dengan nada terbuka. Ia menyampaikan permintaan maaf karena merasa belum mampu memenuhi ekspektasi semua pihak sebagai penerima beasiswa.

"Huhu maaf ya aku belom bisa penuhin ekspektasi kamu sebagai penerima beasiswa. Alhamdulillah baik LPDP maupun orang-orang yang terdampak lewat berbagai gerakanku berkenan," balas Tasya Kamila.

"Tapi aku sadar memang aku nggak bisa memenuhi ekspektasi dan menyenangkan hati semua orang," lanjutnya.

Tasya juga mengaku sedih ketika upaya yang ia lakukan melalui gerakan akar rumput untuk isu lingkungan dianggap tidak berdampak. Ia menegaskan bahwa ilmu yang diperoleh selama kuliah telah ia praktikkan untuk mendorong kebijakan publik yang lebih efektif.

Namun, Tasya tak bisa menampik kesedihan yang dirasakan ketika usahanya memperbaikin lingkungan tidak berdampak. Ia merasa sudah menerapkan hasil belajarnya di universitas untuk memperbaiki lingkungan melalui gerakan akar rumput.

"Jujur aku sedih karena usahaku, gerakan akar rumput untuk lingkungan dibilang gak berdampak. Aku mempraktikkan keilmuan yang aku dapat di Columbia University, soal bagaimana kebijakan publik bisa efektif dijalankan melalui gerakan akar rumput dan bagaimana publik juga bisa mendorong kebijakan," tuturnya.

"Kebetulan di tahun 2016, isu SDGs menjadi salah satu prioritas sehingga jurusan kuliahku menjadi salah satu yang diprioritaskan LPDP," sambungnya.

Tegaskan Tidak Bekerja Sendiri

Dalam klarifikasinya, Tasya menekankan bahwa berbagai program yang ia jalankan dilakukan lewat kolaborasi dengan banyak pihak, mulai dari kementerian, NGO, sekolah hingga program CSR perusahaan. Tujuannya adalah memperluas dampak nyata di masyarakat.

Tak hanya sampai situ, Tasya Kamila juga menyinggung kontribusi finansial melalui pajak dari pekerjaannya di industri kreatif, yang menurutnya sudah membantu menutup biaya pendidikan yang diterimanya.

"Kak, kalau mau ngomongin monetary impact, Alhamdulillah dari rezekiku dalam pekerjaanku di industri kreatif juga sudah berkontribusi untuk pajak. Kalau dihitung sejak aku lulus, pajak yang management-ku setorkan Insya Allah udah bisa nutup itu uang sekolahku," ujarnya.

"Insya Allah aku masih ada semangat untuk terus berdampak baik di tiap pekerjaan yang aku jalani. Ini baru sebagian dari perjalananku," akhirinya.

  • Tasya Kamila
  • Artis Alumni LPDP

Redaktur: Afifa Khoirunnisa

Penulis: Afifa Khoirunnisa

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.