Rahasia di Balik Takjil Ramadan: Kenapa Harus Kurma, Kolak, dan Es Buah?
Selasa, 17 Feb 2026, 19:00 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Bulan suci Ramadan identik dengan momen berbuka puasa yang penuh kebahagiaan dan kehangatan keluarga. Salah satu hal paling ditunggu saat berbuka adalah takjil, makanan atau minuman pembuka yang biasanya disantap lebih dulu sebelum makan besar.
Di antara berbagai pilihan takjil, tiga yang paling populer dan sering muncul di mana-mana adalah kurma, kolak, dan es buah. Tapi pernahkah kamu bertanya mengapa ketiga takjil ini begitu identik dengan Ramadan?
Kurma: Tradisi Nabi & Sumber Energi Cepat
Takjil berbuka dengan kurma bukan sekadar tren, tapi sudah menjadi tradisi sejak zaman Nabi Muhammad saw. Dalam berbagai riwayat Islam, kurma disebut sebagai makanan yang dianjurkan untuk berbuka karena rasanya manis serta kandungan gula alaminya yang mudah diserap tubuh. Ini membantu memulihkan energi dengan cepat setelah seharian menahan lapar dan haus.
Selain itu, kurma kaya akan vitamin, mineral, dan serat, sehingga cocok untuk memulihkan tenaga tanpa membuat perut kaget setelah puasa panjang. Karena itulah, kurma menjadi menu takjil paling klasik dan masuk dalam sunnah berbuka puasa.
Kolak: Manis & Mengenyangkan
Berikutnya adalah kolak, hidangan manis berbahan dasar pisang, ubi, atau kolang-kaling yang dimasak dengan santan dan gula merah. Kolak menjadi favorit banyak orang karena cita rasanya yang kaya dan manis, serta teksturnya yang lembut dan mengenyangkan.
Pisang dan ubi menyediakan asupan gula alami, sedangkan santan memberikan lemak sehat yang dapat membantu tubuh merasa kenyang lebih lama.
Bukan hanya soal rasa, kolak juga memiliki nilai sosial. Di banyak daerah, kolak dibagikan secara gratis di masjid atau tempat umum sebagai bentuk kebersamaan. Kebiasaan ini lambat laun berkembang menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya buka puasa di Indonesia.
Es Buah: Segar Lawan Dahaga
Takjil yang tidak kalah populer adalah es buah. Minuman ini biasanya berisi potongan buah segar dengan sirup manis dan es serut, kombinasi yang sempurna untuk mengatasi dahaga setelah berpuasa seharian.
Es buah menjadi favorit karena selain manis, kandungan buah-buahannya juga membantu mengembalikan cairan tubuh yang hilang. Ini penting terutama saat puasa jatuh di musim panas atau hari yang panjang, ketika tubuh sangat membutuhkan rehidrasi cepat.
Beragam faktor yang melatarbelakanginya membuat kolak, kurma, dan es buah tetap eksis sebagai sajian khas Ramadan dari masa ke masa. Ketiganya bukan sekadar menu berbuka puasa, melainkan sudah menjadi simbol tradisi yang diwariskan lintas generasi.
Kehadiran hidangan ini juga tidak hanya berbicara soal cita rasa manis yang melepas dahaga. Di baliknya tersimpan nilai sejarah, budaya, manfaat kesehatan, hingga makna kebersamaan yang begitu kuat dalam bulan suci.
Saat azan Maghrib terdengar dan ketiga sajian tersebut tersusun di meja makan, rasanya kita tak lagi mempertanyakan alasan di balik kepopulerannya. Sebab lebih dari sekadar makanan, kurma, kolak, dan es buah telah menyatu dalam perjalanan spiritual Ramadan, menghadirkan suasana hangat, rasa syukur, serta momen kebersamaan yang penuh berkah di setiap waktu berbuka.
- kurma
- Takjil Bulan Ramadan
Redaktur: Afifa Khoirunnisa
Penulis: Afifa Khoirunnisa
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.