- Home
-
- Entertainment
-
- Di Balik Popularitas K-P...
Di Balik Popularitas K-Pop, Korea Selatan Ternyata Masuk Negara Paling Rasis?
Minggu, 15 Feb 2026, 13:00 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Korea Selatan belakangan menjadi sorotan dunia karena dianggap termasuk negara dengan tingkat rasisme dan diskriminasi yang tinggi. Isu ini tidak hanya berkembang di media sosial, tetapi juga muncul dalam berbagai laporan internasional serta opini para pengamat sosial dan akademisi.
Seorang akademisi dari Stanford University yang banyak meneliti terkait nasionalisme Korea, Shin Gi-Wook, menurutnya terdapat beberapa faktor utama yang memengaruhi fenomena ini.
1. Nasionalisme Kuat dan Konsep Etnis Tunggal
Salah satu penyebab utamanya adalah kuatnya rasa nasionalisme yang tumbuh dari gagasan bahwa masyarakat Korea berasal dari latar etnis yang sama. Selama bertahun-tahun, Korea Selatan melihat dirinya sebagai negara dengan identitas budaya dan etnis yang relatif homogen.
Pandangan tersebut membuat sebagian orang menganggap pendatang atau kelompok minoritas sebagai pihak di luar komunitas utama. Dalam situasi tertentu, cara pandang seperti ini dapat berkembang menjadi sikap tertutup, eksklusif, bahkan berujung pada perlakuan diskriminatif.
2. Minimnya Pengalaman Multikulturalisme
Dalam beberapa dekade terakhir, Korea Selatan mulai menghadapi peningkatan keberagaman, terutama seiring bertambahnya jumlah pekerja migran dan pernikahan lintas negara.
Namun, karena perubahan demografis ini terjadi dalam waktu yang relatif singkat, proses penyesuaian di tingkat sosial tidak selalu berlangsung lancar. Sejumlah pihak menilai pemahaman masyarakat terhadap konsep multikulturalisme masih dalam tahap berkembang, sehingga tidak jarang muncul dinamika atau gesekan sosial di tengah perubahan tersebut.
3. Kebijakan dan Sistem Sosial
Walaupun telah terjadi perkembangan dalam isu kesetaraan gender serta perlindungan hak bagi kelompok tertentu, aturan yang secara menyeluruh memberikan perlindungan terhadap diskriminasi rasial dinilai masih belum kuat atau belum sepenuhnya komprehensif.
Beberapa kalangan akademisi menyerukan pentingnya membentuk identitas nasional yang lebih terbuka dan inklusif, sehingga dapat selaras dengan kondisi masyarakat yang kini semakin majemuk dan beragam.
4. Pengaruh Sejarah dan Politik
Latar belakang sejarah Korea Selatan yang pernah mengalami masa penjajahan dan berbagai konflik turut membentuk karakter identitas nasional yang kuat serta cenderung defensif. Penegasan terhadap persatuan dan solidaritas bangsa kemudian menjadi elemen penting dalam proses pembentukan negara modernnya.
Akan tetapi, di tengah arus globalisasi dan mobilitas manusia yang kian meningkat, pendekatan tersebut kini dihadapkan pada dinamika serta tantangan baru yang tidak bisa dihindari.
Menurut laporan dari berbagai survei global, Korea Selatan kadang masuk daftar negara dengan tingkat diskriminasi terhadap imigran dan minoritas yang tinggi.
Sebagai contoh, pekerja asing di Korea sering menghadapi kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan setara, hambatan visa yang ketat, hingga layanan sosial yang terbatas dibanding warga lokal. Ini menjadi bukti nyata adanya hambatan sosial dan budaya yang dianggap rasis oleh banyak pihak di luar negeri.
Selain itu, opini dari warganet internasional juga sering merebak di media sosial, menunjukkan bagaimana pengalaman seseorang yang tinggal atau bekerja di Korea Selatan bisa menghadapi komentar yang terdengar diskriminatif atau tidak ramah terhadap perbedaan budaya. Meskipun bukan representasi seluruh masyarakat Korea, fenomena ini tetap menyulut diskusi global tentang sikap rasis dan xenofobia.
Kendati demikian, perlu diperhatikan bahwa menyebut sebuah negara âpaling rasisâ adalah generalisasi yang kompleks, karena banyak juga warga Korea yang terbuka dan menghormati perbedaan. Isu rasisme di Korea Selatan lebih merupakan refleksi dari tantangan sosial yang sedang berlangsung, bukan identitas keseluruhan masyarakatnya.
- Rasisme
- KPop
Redaktur: Afifa Khoirunnisa
Penulis: Afifa Khoirunnisa
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.