Yee Sang dan Ritual Lo Hei, Tradisi Salad Imlek yang Dipercaya Banjiri Rezeki dan Keberuntungan!
Kamis, 12 Feb 2026, 06:15 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Tahun Baru Imlek selalu identik dengan kemeriahan, kebersamaan keluarga, dan deretan hidangan sarat makna. Di antara berbagai sajian khas yang hadir di meja makan, ada satu tradisi unik yang tak pernah absen, Yee Sang. Bukan sekadar salad biasa, hidangan ini dipercaya membawa keberuntungan, kelimpahan, dan rezeki melimpah di tahun yang baru.
Lantas, apa sebenarnya tradisi Yee Sang dan mengapa ritual ini begitu istimewa?
Apa Itu Tradisi Yee Sang?
Yee Sang biasanya disajikan sebagai hidangan pembuka saat perayaan Imlek, terutama pada hari ke-7 bulan pertama kalender Lunar yang dikenal sebagai Renri, hari yang dipercaya sebagai hari lahir manusia.
Nama Yee Sang berasal dari bahasa Mandarin âyu shengâ. Secara harfiah, âyuâ berarti ikan dan âshengâ berarti mentah, sehingga diartikan sebagai ikan mentah segar. Namun, menariknya, pelafalannya sama dengan frasa yang bermakna âkelimpahan hidupâ. Inilah yang membuat Yee Sang menjadi simbol doa dan harapan akan rezeki, kemakmuran, serta kehidupan yang lebih baik di tahun mendatang.
Tak heran jika menyantap Yee Sang bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang makna dan harapan.
Ritual Lo Hei: Semakin Tinggi, Semakin Hoki
Salah satu momen paling dinanti saat menyajikan Yee Sang adalah ritual mengaduk bersama yang disebut lo hei (æèµ·). Dalam tradisi ini, saus dituangkan terpisah lalu seluruh anggota keluarga atau kerabat berdiri mengelilingi meja sambil memegang sumpit.
Saat proses mengaduk dimulai, semua orang akan mengangkat salad setinggi mungkin sambil mengucapkan doa dan harapan baik. Konon, semakin tinggi Yee Sang diangkat, semakin besar pula keberuntungan yang akan diraih di tahun tersebut.
Momen ini biasanya diiringi tawa, sorakan penuh semangat, dan ucapan selamat Tahun Baru Imlek. Lebih dari sekadar ritual, lo hei menjadi simbol kebersamaan dan mempererat hubungan keluarga.
Bahan Penuh Makna
Yee Sang terdiri dari irisan ikan mentah, umumnya tuna segar yang direndam dalam campuran minyak wijen, minyak, dan merica untuk memperkaya rasa. Ikan melambangkan kelimpahan dan kemajuan.
Sementara itu, aneka sayuran berwarna-warni melengkapi hidangan ini. Lobak dan jeruk bali mewakili warna putih, wortel dan kubis brussel menghadirkan warna oranye, serta mentimun memberi sentuhan hijau. Kombinasi warna ini bukan hanya mempercantik tampilan, tetapi juga menyimbolkan harmoni dan keseimbangan.
Populer di Asia Tenggara, Punya Versi Lokal
Yee Sang sangat populer di Singapura dan Malaysia, bahkan diakui sebagai salah satu makanan warisan nasional Malaysia. Meski begitu, Singapura juga mengklaim turut mempopulerkan hidangan ini melalui restoran legendaris seperti Lai Wah.
Di Indonesia, tradisi ini semakin dikenal dalam satu dekade terakhir. Bahkan ada versi khas Bangka dari komunitas Hakka bernama âNg-sangâ, yang menggunakan ikan mentah dengan saus kacang dan sayuran segar.
Kini, Yee Sang bukan hanya tradisi kuliner, melainkan simbol harapan, kebersamaan, dan doa yang diangkat tinggi-tinggi, secara harfiah maupun makna.
Sudah siap ikut lo hei dan menyambut tahun penuh keberuntungan Cantiks?
Â
- Tradisi
- Tahun Baru Imlek 2026
Redaktur: Alfina Febriyana
Penulis: Alfina Febriyana
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.