Langkah penyitaan tersebut disebut sebagai upaya untuk mengamankan klaim perusahaan atas bagian 10 persen dari pendapatan individu masing-masing artis. Klaim ini berkaitan dengan aktivitas solo Chen, Baekhyun, dan Xiumin setelah perubahan struktur kerja sama mereka dengan SM.
Berdasarkan laporan media bisnis Korea, proses penyitaan berlangsung selama dua hari, yakni pada 9 hingga 10 Februari 2026. Aset yang menjadi sasaran mencakup uang deposit rumah milik Chen, apartemen Baekhyun yang berada di kawasan Acheon-dong, serta apartemen Xiumin di area elite Hannam-dong. Apartemen Baekhyun diketahui telah terdaftar sejak Oktober 2023, sementara properti Xiumin tercatat resmi pada Januari 2026, hanya beberapa pekan sebelum kabar penyitaan mencuat.
Awal Mula Konflik
Konflik antara kedua pihak sebenarnya telah bermula sejak 2023. Saat itu, Chen, Baekhyun, dan Xiumin secara resmi menyampaikan keinginan untuk mengakhiri kontrak eksklusif mereka dengan SM Entertainment.
Mereka menilai terdapat sejumlah ketentuan kontrak yang tidak adil serta persoalan lain yang dianggap merugikan. Setelah melalui negosiasi, tercapai kesepakatan bahwa ketiganya dapat beraktivitas di bawah perusahaan terpisah, dengan skema pembagian tertentu yang melibatkan SM.
Dalam kesepakatan tersebut, disebutkan adanya kewajiban pembagian 10 persen dari pendapatan individu kepada SM. Namun, ketegangan kembali muncul ketika EXO-CBX menolak membayarkan royalti tersebut. Pihak CBX beralasan bahwa SM lebih dulu melanggar kesepakatan yang telah dicapai, sehingga mereka merasa tidak lagi terikat pada kewajiban pembayaran tersebut.
Mengutip laporan media hiburan Korea pada Rabu (11/2/2026), nilai klaim yang diajukan SM dalam proses penyitaan aset ini mencapai 2,60 miliar won atau setara kurang lebih Rp30 miliar.
Tindakan hukum ini disebut bertujuan untuk menjamin hak perusahaan sesuai kesepakatan yang dibuat pada Juni 2023, sekaligus mencegah kemungkinan para artis memindahtangankan atau mencairkan aset sebelum sengketa hukum benar-benar selesai.
Penyitaan ini menjadi sinyal kuat bahwa hubungan antara EXO-CBX dan SM Entertainment belum menemukan titik temu. Perselisihan mengenai pembagian royalti, hak kontrak, serta kepemilikan aset pasca-berakhirnya kontrak eksklusif masih menjadi isu utama yang belum terselesaikan.
Situasi ini pun menambah daftar panjang konflik kontrak antara idol K-pop dan agensi besar, yang kerap menjadi sorotan publik dan penggemar di seluruh dunia.***