1 dari 90 Wanita Terancam Kanker Serviks, Ini Gejala yang Harus Kamu Tahu
Kamis, 12 Feb 2026, 09:30 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Kanker serviks merupakan jenis kanker yang menempati urutan kedua setelah kanker payudara dari segi jumlah penderita di Indonesia.
Banyak pasien baru menyadari kondisinya saat kanker sudah memasuki stadium lanjut, karena ciri-ciri kanker serviks yang mudah dikenali sering tidak muncul pada tahap awal.
Mengenal Kanker Serviks
Kanker serviks terjadi pada leher rahim atau serviks, yakni bagian terbawah uterus. Penyakit ini muncul akibat pertumbuhan sel abnormal yang berkembang lambat, biasanya bertahun-tahun. Infeksi human papillomavirus (HPV) berisiko tinggi menjadi pemicu munculnya sel abnormal tersebut.
Deteksi dini dapat dilakukan melalui Pap smear, di mana sampel sel serviks diambil dan diperiksa di laboratorium untuk mengetahui adanya sel abnormal. Kanker serviks menjadi satu-satunya jenis kanker yang penyebabnya dapat dipastikan, sehingga pencegahan bisa dilakukan sejak dini melalui vaksin HPV.
Vaksin ini diberikan pada anak usia 9â14 tahun, tidak hanya bagi perempuan tetapi juga laki-laki untuk mencegah infeksi virus HPV yang dapat menimbulkan masalah kulit dan kelamin.
Penelitian menunjukkan, tanpa tes screening, 1 dari 90 wanita akan mengalami kanker serviks, dan 1 dari 200 penderita akan meninggal. Dengan tes screening, risiko berkembang menjadi 1 dari 570 wanita dan 1 dari 1.280 kematian.
Kondisi Seseorang yang Mengalami Kanker Serviks
Sel kanker yang tumbuh dan menyebar mengganggu fungsi organ lain, sehingga penderitanya bisa mengalami:
-
Perut bagian bawah sakit
-
Sulit menelan
-
Nafsu makan berkurang
-
Pusing dan berkeringat dingin
-
Kelelahan ekstrem
-
Masalah penglihatan dan pendengaran
-
Berat badan turun tanpa sebab jelas
-
Kaki sakit dan bengkak
-
Sakit pinggul
-
Urine keluar tanpa diketahui
Ciri-Ciri Kanker Serviks yang Mudah Dikenali
Seringkali gejala kanker serviks tidak muncul pada tahap awal. Beberapa tanda yang dapat dikenali antara lain:
-
Sakit pada vagina saat berhubungan seksual
-
Perdarahan saat berhubungan seksual
-
Keputihan tidak biasa, banyak atau bercampur darah
-
Nyeri pinggul dan punggung bawah
-
Tidak nyaman saat buang air kecil
-
Darah menstruasi lebih banyak
-
Perdarahan setelah menopause
Pengobatan Kanker Serviks
Kanker serviks dapat diobati dengan metode yang disesuaikan ukuran, jenis, lokasi, dan penyebarannya, serta kondisi kesehatan pasien:
-
Operasi
Pengangkatan sebagian atau seluruh serviks, rahim, ovarium, dan saluran falopi tergantung stadium kanker. -
Kemoterapi
Menggunakan obat untuk membunuh sel kanker, bisa sebelum operasi untuk mengecilkan tumor atau setelah operasi mencegah kambuh. -
Radioterapi
Menggunakan radiasi energi tinggi untuk membunuh sel kanker, terutama pada kanker stadium lanjut. -
Terapi Obat Tertarget
Digunakan pada kanker stadium lanjut atau kambuh untuk mengecilkan kanker atau mencegah pertumbuhannya. -
Imunoterapi
Meningkatkan kemampuan sistem imun pasien untuk mengenali dan menghancurkan sel kanker lebih efektif.
Kapan Harus ke Dokter?
Wanita berusia 21 tahun atau yang sudah aktif secara seksual disarankan menjalani Pap smear setiap tiga tahun. Bagi usia 30 tahun ke atas, disarankan setiap dua tahun.
Deteksi dini sangat penting untuk mengenali ciri-ciri kanker serviks dan meningkatkan peluang kesembuhan. Jangan menunda pemeriksaan jika mengalami gejala yang dicurigai kanker serviks.
- Gejala Kanker Serviks
- Kanker Serviks
Redaktur: Fitrya A Kusumah
Penulis: Fitrya A Kusumah
Berita Terkait:
-
5 Fakta Keluarga Jude Bellingham, Dari Ayah Legenda Nonliga hingga Adik yang Ikuti Jejaknya
-
Soroti Sikap Giorgio Antonio yang Izinkan Putri Ruben Makan Permen Karet, Komnas Anak: Tidak Etis!
-
Rayakan Ulang Tahun Syifa Hadju, El Rumi Tampil Stylish dengan Jaket Golden Goose: Harganya Bikin Kantong Kembang Kempis
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.